27 December 2009

A Mother's Love



“A mother’s love and compassion for her children is one of the strongest and purest forms of God mercy”.
Manifestation of God's love.
Sosok raga nan ringkih itu bersikeras memanggul beban dari detik ke detik, bidang demi bidang, tapak demi tapak untuk menjadi wali-Nya. Kadang penampakan wujudnya sangat halus, gemulai langkah-geraknya menyatu dengan angin….. Meliuk membuai menina-bobokan seluruh nafas-nafas yang merayap di permukaan bumi ini.. .

Kadang begitu lincah dan sangat cekatan mengendalikan ujung-ujung hari... dari siang ke malam dan kembali malam ke siang. Berkelebatan ke sana ke mari bak pendekar memainkan jurus-jurus andalan. Jurus-jurus yang itu-itu saja dan mungkin ( sebenarnya ) telah lama mengendap dan mengerak di dasar kebosanannya.

Helaan nafas demi nafas bercampur keringat di keningnya adalah bara yang membakar harapan dan memberi hidup bagi sang penerus jaman… Memapah, membelai, dan mendekap setia benih-benih kehidupan, lalu memastikannya tetap menggeliat dan melangkah dalam hidup.

Kristalisasi duka, derita, kecewa, senang, bangga dan bahagianya selalu menjadi airmata yang menetes jatuh menyeberangi aroma syurga, kemudian lesap membasuh dahaga bumi dan menyurutkan intensitas murkanya. Pancaran-pancaran lembut di garis wajahnya yang perlahan menua senantiasa teduh, jauh dari jebakan putus asa, dan itu bukan topeng palsu…! Makhluk perkasa yang dikemas dalam raga ringkih itu berdiri di antara perebutan kepentingan dalam dirinya, antara status “pangeran katon” dengan kodratnya sebagai makhluk pesolek. Tangan-tangannya yang halus-lentik kini telah berubah menebal dan kasar, karena harus selalu mencakar menyiangi kehormatan keluarga agar tetap harum.

Detak nadi dan nafasnya adalah masa depan, keluh kesahnya adalah bantal-bantal pijakan kaki anak-anak sang waktu. Lamunan-lamunannya dan air matanya adalah doa bagi tanah yang subur bermandi berkah. Dari pelupuk marahnya ada bulir-bulir pupuk yang akan membentuk tanaman-tanaman kecil itu kelak tumbuh lurus menjulang. Dia adalah manifestasi kasih sayang dan kelembutan sang bumi.

Makhluk gemulai itu yang rela menggadaikan sebagian waktu hidup dan kesetiaannya demi persemaian generasi titipan tuhannya. Tak pernah sekali pun berpikir untuk menakar imbalan yang tergantung di samping pintu kasihnya. Imbalan yang senyatanya tak pernah sebanding dengan penat bahu dan tungkai gelisahnya. Dia tak pernah membisikkan sepatah kata pun kepada angin keinginan untuk memadankan aliran keringatnya dengan reward atau pun award apa pun. Bahagianya telah pergi dan menyatu bersama lempengan-lempengan kehidupan makhluk-makhluk yang telah dilahirkannya.

Terima kasihku selalu tulus untuknya… untuk makhluk gemulai yang selalu di panggil “Ibu”, “emak”, “umi”.”biyung”,”mama” itu.
Bagiku “Hari Ibu” adalah setiap waktu… dan itu berlaku selama darahku masih mengalir dan jantungku masih berdetak.

( nyuplik dikit lirik lagu A Mother's Love - Diana Ross )

A mother's love is forever

A mother's love is for free
It doesn't matter if you're good or bad
She's there for whatever you need

Doesn't matter if you're good or bad
There's nothing like a mother's love
Betapaku sekarang sangat kesulitan walau hanya untuk sungkem mencium tangannya dan bersimpuh di ujung kain kebayanya. Saat ini aku berendam di tumpukan sesal dan saat ini yang kupunya hanya seikat doa dan sesobek Dummies Poem untuknya … Semoga diterima semua amal bhaktinya dan diampuni segala khilaf-dosanya, serta diberi tempat yang layak di sisi-Nya. Amieen...

Oya sekalian saja, takut kalo berlarut-larut kelamaan, saya baru saja sempat menjemput 2 award persahabatan dari :
Saudara Afdil si tukang Referensi dan Registrasi



Dan satu lagi dari Kang Sugeng - The great person.


Terima kasih banyak atas kebaikannya, apapun bentuknya award-award itu sangat berarti bagiku. Bukan fisik awardnya itu sendiri yang memberi bobot…. Tetapi kerelaan kawan-kawan merima saya untuk masuk ke dalam bagian hidup kalian, tepatnya di dalam bilik ruangan yang bernama PERSAHABATAN. Dan itu membuat hidupku ini semakin indah saja.
Terima kasih.
Read More..

17 December 2009

Anxiety

Ingin ku punguti gelisah itu selagi tanah masih basah, atau terlambat dan semua berubah menjadi arang hitam seluas mata memandang. Duhai gelisah …. warnai sepiku dengan kilauan sinar semu itu, lalu wakili aku barang sekali untuk mereguk genangan rasa yang membuai itu, habiskanlah sampai kering dan jangan sisakan sedikit pun walau hanya setitik kecil harapan untukku.


Ternyata sangat susah mempertahankan diri dari hempasan hasrat sendiri!
Aku adalah kumpulan sengsara yang tersembunyi di lipatan senda tawa, pontang-panting menangkap anak panah yang melesat dari busur di tanganku sendiri, yang kepalang lesap menuju sasaran nisbi, lalu gemeretak menghujam keras di ruang hampa. Sungguh tak nyaman rasanya menghuni ceruk-ceruk dangkal yang berlepotan sisa-sisa hawa rendah, serasa menggauli bayangan frame-frame waktu dengan berteman lenguhan nelangsa. Sesekali tersadar, kudapati diri ini bukanlah eksistensi yang bebas merdeka sepenuhnya, walau hanya untuk mengulurkan tangan sekali pun.

Ternyata sangatlah susah membungkam gelombang badai yang sudah sekian waktu meluluh-lantakan akal sehatku. Tersipu beku benakku menatap gugusan kabut kelam timbunan harap yang mengambang di awang-awang itu, perlahan mengalun menyulam detik menjadi menit, kemudian tiba-tiba telah kuasa mencekik seluruh nalarku! Di bawah tempayan-tempayan realita ini… bertebaran pecahan-pecahan harap yang hangus terpanggang api hasrat. Gundah ini terasa asing melangkah di bilik hati sendiri, ada yang menyeruak mendobrak ketenangan nafas yang damai mengalir di deretan jejak. Ya deretan yang selamanya terpisah oleh musim yang berbeda.

Ternyata sangatlah susah mengenali bagian diri yang tengah tertutup temaram kabut hitam yang meliar…. Akal sehat pun telah berkali terkapar dan gagal mencerna deskripsi dorongan liar yang senantiasa meronta dan nyaris menghanguskan seluruh ruangan di pelosok bangunan ini. Sementara ujung-ujung imaginasiku tak pernah berhenti melukis mimpi dan parahnya malah nekat menyemai benih-benih rasa di atas bongkahan batu norma yang keras dan panas menyengat. Betapa sisi ruang hati ini telah lama terluka menganga ditusuk ditikam runcingnya keinginan sendiri. Wahai pagi..., jangan kau obati luka hati ini jika hanya akan membuat riak air kecii itu menjadi badai prahara.
Read More..

16 December 2009

Business Directory on the Internet

Currently, everyone can do anything through the internet! We don’t need to move from our seat anymore, and could do everything by our own, business, gaming, gambling, leisure, community forums, and others. In this globalization era, online business has penetrated into all fields. It gives everyone easy access to participate in world trade movement.

To vent your business interests, or you just want to fill out your spare time, you can join the many directories or forums that are relevant to what you need. Very interesting, sometimes you will get attractive offers from them, such a directory of many casinos! According to the info on the website, you will get a bonus deposit $ 500, - Wow! I think this is one of the largest single deposit bonuses on the net. You can enjoy over 100 games, including all of the great Reel Series slots games and huge progressive jackpots. Plus 10+ types of blackjack, 30+ slot games.

If you like gambling, but do not live near a gambling casino, than internet casino gambling is the perfect choice for you. You can gamble online and play all your favorite casino games, including blackjack, baccarat, slots, roulette, video poker, live poker and keno.

All you need is a computer and internet connection. Recently, on the internet there are about 800 casino gambling operations in more than 10 countries and that's why the existence of these directories is needed. In addition to facilitate the search direction, in these directories you will find lots of guides that can help you. You can learn more about online casino here. For example, Online Casino Bluebook is offering bonuses and integrated services, they’re offers an unbeatable bonus of $500. Each customer receives the same benefits as another including free monthly bonus rewards and access to award winning support team who are accessible 24 hours a day, 7 days a week via phone, email & live chat support.
Read More..

09 December 2009

Facebook Bikin Kecanduan

Kehadiran Facebook memang sangat fenomenal merambah semua perkakas elektronika mulai yang bersifat gengam (gadget) maupun yang desktop. Saya masih teringat beberapa tahun yang lalu, betapa sulitnya untuk menyambungkan komunikasi antara Handphone dengan computer. Tapi sekarang dengan adanya Facebook tanpa terasa semua orang sudah bisa saling tersambung satu sama lain. Facebook hadir menjadi jawaban betapa dahaganya setiap manusia untuk berinteraksi tanpa dibatasi jarak dan waktu, bebas kapan saja. Hanya selembar norma kepantasan saja yang hendaknya tetap dipegang oleh masing-masing individu pemakai Facebook.
Facebook seakan sudah menjadi bagian dari Internet masa kini. Buka internet pasti buka Facebook. Padahal cukup banyak layanan yang tersedia di internet tetapi ternyata sampai saat ini Facebook masih mendominasi diperingkat pertama. Hal itu saya buktikan ketika saya sempatkan untuk mengecek keyword yang paling banyak di cari di Google dalam minggu ini atau dalam sebulan ini, dan jawabnya  Facebook.

Oya sangat fantastis..! Total pengguna Facebook sampai saat ini telah mencapai 316,402,840 anggota, dan saya yakin ke depan masih akan bertambah.
Berikut Statistik Pengguna Facebook secara global, di mana Indonesia menempati rangking ke 7

10 Negara dengan anggota Facebook terbanyak.( Dec' 2009 )
1.
United States
94,748,820
2.
United Kingdom
22,261,080
3.
Turkey
14,215,880
4.
France
13,396,760
5.
Canada
13,228,380
6.
Italy
12,581,060
7.
Indonesia
11,759,980
8.
Spain
7,313,160
9.
Australia
7,176,640
10.
Philippines
6,991,040

10 Fastest Growing Over Past Week ( Dec' 2009)

1.
Poland
12.46 %
137,900
2.
Thailand
10.96 %
161,300
3.
Portugal
9.81 %
80,040
4.
South Africa
9.25 %
189,080
5.
Taiwan
7.82 %
367,400
6.
Romania
7.65 %
28,060
7.
Germany
7.54 %
350,240
8.
Malaysia
7.43 %
236,840
9.
Indonesia
6.84 %
752,640
10.
Iraq
6.72 %
6,380

Facebook memang telah menyentuh seluruh peri kehidupan manusia jaman sekarang, membikin semuanya kecanduan. Bahkan saking addictnya... ada pasangan yang tengah melangsungkan prosesi pernikahan di depan pendetanya begitu teganya meminta waktu ( time out )sebentar untuk memperbarui Status Facebooknya... Hahahaha bener-bener sudah kecanduan facebook...!!

Silahkan simak Videonya berikut ini :



Read More..

08 December 2009

FACEBOOK LOGIN DAN GOOGLE SEARCH ENGINE


Mohon maaf jika di blog saya ini ada perubahan tema tulisan, akhir-akhir ini saya sedang seneng mengamati perilaku manusia, terutama di internet! Hahaha.. unik! kadang-kadang bikin kita tersenyum.

Tanpa sengaja saya menemukan satu fenomena unik dari perilaku orang dalam mengakses halaman web. Seperti yang saya sinyalir di postingan saya sebelum ini ( Perbedaan Google.com dengan Google.co.id ) bahwa para pemakai internet saat ini memang dimanja dan sudah sangat tergantung ( lebih tepatnya menggantungkan diri ) kepada Google Search Engine. Pengguna internet sepertinya lebih nyaman kalo mengakses halaman tertentu yang ingin ditujunya dari mesin pencari Google, daripada mengingat alamat dan mengetiknya sendiri pada Address Bar, atau bahkan membuat Bookmarknya. Mungkin dirasakan lebih simple, tanpa harus bertele-tele, tinggal masukkan penggalan keywordnya di Google maka sekian ribu bahkan juta tautan (link) terhampar di layar monitor. Tinggal pilih salah satu yang cocok dan klik… lajulah ke tujuan!
Kalo saya sendiri, lebih seneng pake bookmark atau pakai cache yang terekam oleh aplikasi browser kita untuk menuju situs yang sering kita akses.. alias one click langsung bablas ke tujuan! Kalo pake Google Search Engine dulu khan berarti harus melakukan dua langkah (klik).

So, apa hubungannya antara Google dengan Facebook Login? Menurut pengamatan saya, ternyata orang lebih suka mengakses halaman untuk login ke Facebook itu dengan mengetikkan kata FACEBOOK LOGIN di Google Search Engine! Aneh khan? Kenapa tidak dibookmark saja? Atau kalau komputernya milik sendiri (yang tidak diinstal aplikasi semacam Deep Freeze) pada Address Bar selalu ditampilkan rekaman halaman yang sering diakses, yang ketika diklik panah drop downnya akan memunculkan list halaman-halaman yang sering diakses?



Atau kalo di warnet umpamanya, bukankah lebih cepat dengan mengetik kata “facebook” lalu pencet Ctrl+Enter? Hahahaha…. Tapi itulah manusia, macam-macam selera dan pola pikirnya.

Buktinya ketika saya mencoba mengamati keywordfacebook” di Google Insight, baik international maupun nasional, menurut om-om Google pasangannya yang paling banyak dicari dalam seminggu ini adalah keyword “login”


Trend pencarian dengan keyword "facebook login" di kawasan Indonesia


Trend pencarian dengan keyword "facebook login" secara global.


Trend harian pencarian dengan keyword "facebook login" juga ampuh jumlahnya!

Artinya banyak orang suka ngetik di form pencarian Google dari pada langsung di Address bar. Dalam hal ini mungkin pihak Google harus berterima kasih kepada pihak pengembang browser Mozilla Firefox yang telah menempatkan Pencarian Google sebagai halaman pembuka browser tersebut, sehingga para penikmat Firefox seakan mendapatkan one stop services, alias gak nengok Search Engine Yahoo atau Bing yang lain dan gak perlu ngetik di address bar lagi..hahahaha...!

Pertanyaannya, kawan-kawan menggunakan cara apakah untuk mengakses halaman login ke Facebook?


Read More..

04 December 2009

Perbedaan Google.com dengan Google.co.id


Budaya berinternet setiap detik mengalami perubahan, sangat progressif dalam menyesuaikan dengan perkembangan teknologi hardware dan software yang menjadi pendukung aktifitas berinternet.
Contohnya, jika pada awal-awal dalam berinternet seseorang dituntut untuk menghafalkan alamat-alamat situs yang akan dikunjunginya, maka dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini seseorang tidak harus menghafal alamat apapun... karena kehadiran search engine seperti google, yahoo, bing dan lain-lain.
Para pemakai internet semakin dimanja, karena dengan adanya search engine yang tersedia kapan saja dan di mana saja, yang mereka butuhkan hanya keyword-keyword saja. Dan search engine pun semakin ditingkatkan kemampuannya dari waktu ke waktu, sehingga dapat mencatat dan mendata keyword yang sering dipakai dengan tujuan agar memudahkan para pengguna Search Engine tersebut. Secara tidak langsung merekam segala trend budaya atau kebiasaan para pemakainya dalam mencari informasi di internet.

Berikut ini hasil pengamatan kecil saya terhadap perbedaan pemakaian keyword antara Google.com (Google US/Internasional) dengan Google.co.id (Google Indonesia).

Ketika saya pake keyword yang sama pada Google.com dan Google.co.id, maka ketahuan perbedaan budaya itu...!!




keyword "3gp" versi Google US/Internasional




keyword "3gp" versi Google Indonesia




keyword "foto" versi Google US/Internasional




keyword "foto" versi Google Indonesia



 
keyword "video" versi Google US/Internasional




keyword "video" versi Google Indonesia


Apapun hasilnya dan  komentar anda, faktanya memang begitu.... hahahaha.....

Read More..

25 November 2009

November Rain


Sembari mematut angan, ku pandangi rinai hujan yang asyik menyiram tanah merah menjadi genangan-genangan kerinduan. Daun-daun akasia terayun basah, ada seikat kabut rindu tengah mengapung di genangan pedih bathin yang nelangsa. Jalan ini kepalang panjang membentang, hingga sebuah lambaian tangan pun tak akan lagi nampak, walau di ujung mimpi sekali pun. Jarak nisbi itu memaksa pisah…. Memasang selembar hijab antara.

Mencoba bangkit bertahan di kaki-kaki yang gemetar, menuju asal sinar temaram kecil di sudut dinding waktu. Yaa... sinar yang hanya temaram dan kebat-kebit seperti pengharapan pada hidup yang sampai detik ini tak pernah menyisakan kepastian. Musim ini menggigil pekat seakan tidak pernah mengijinkan sinar matahari barang sejenak sambang ke ruang rasa. Dejavu … seakan segala peristiwa terulang-ulang dalam remang gelap yang dingin menusuk-nusuk kenyataan ini. Semoga di sana masih ada cahaya…..

Ngelangut… Masih saja kosong memandangi rinai hujan Nopember, kilatan halilintar yang sesekali itu tak memudarkan pengembaraan menjelajahi negeri khayal, dalam duduk terpekur ada langkah-langkah yang begitu gegas, serasa melesat ke puncak kulminasi rekaan, lalu … menukik ke dasar harapan. Dan aaah.! Ada yang terlempar..! Seonggok bangkai harapan tiba-tiba saja terpuruk di bawah jendela kaca yang tembus masa depan namun terkunci rapat itu. Wolo-wolo kuwato…. Kadang-kadang ikhlas ternyata harus diawali dari keterpaksaan, dari belajar mereguk rasa pahit… Lalu mengadaptasi kegetiran menjadi sesuatu yang lumrah tanpa rasa. Atau jika mau bisa “dipaksakan” menjadi terasa manis semanis anggur syurgawi.

Andai saja mampu membingkai tagihan-tagihan lahiriah itu menjadi sesuatu yang lebih santun, pasti akan lahir legawa untuk segera pulang menumpang di gerbong kereta nasib atau takdir sekalipun. Andai saja penghambaan ini tidak terus-menerus berkedok kemunafikan yang hanya banyak menabur harap, kemudian andai saja yang ada hanya lafal dan rasa memuja kepada sang kekasih, pasti langkah kaki akan ringan seperti kapas kering ditiup angin. Aaah…! Rinai hujan belumlah reda sedikitpun… ritmenya seperti tembang-tembang pujian yang mengalun dari pusat-pusat alam naluri. Andai saja langkah-langkah kaki tidak tersaruk juluran-juluran ego dan mampu menapak jujur.. alangkah nikmatnya menari ditingkahi ritme suara air hujan Nopember ini.

Di luar parit-parit upaya sudah sepenuhnya meluap, menghempas segala obyek eksistensi. Semua bahkan menjadi pucat pasi dan hanya tinggal menggantungkan parameter pada seutas garis tipis bernama moralitas. Luberan badai-badai kecil rekaan jiwa dahaga, selalu mengotori fatwa bijak yang tersaji di cawan-cawan kearifan disepanjang pagar akhlak. Semoga tidak menjelma sebagai kumpulan badai yang menjadi cikal bakal prahara. Prahara yang kontribusinya memalingkan dan mengubah arah nafas jiwa yang tenang jauh dari sarang hakiki.

Sembari mematut angan, dan masih duduk di serambi diri dengan berselimut dingin yang membeku. Sepercik bara yang tersisa masih terlindung dari rengkuhan basahnya air…. Kehangatan yang tidak lagi dapat dirasakan namun harus tetap ada dan menyala. Biarlah rinai hujan memaksa ekspresi diri itu terjebak di ruang persegi yang sempit dan pengap, asalkan dalam pejaman mata sekalipun bathinku dapat menari menyongsong sinar.

Read More..

12 November 2009

Decadence

Sentuhan angin akhir-akhir ini terasa menusuk pori-pori ketentraman, padahal yang ku ingat di setiap hembusannya selalu membuai nyaman.

Di luar langit merah merona, di sini, di tiap-tiap bilik dan serambi terdengar kasak-kusuk dan terlihat muka-muka tegang. Harap maklum…. di ruang utama bangunan peradaban kita ini tengah terjadi gelar perkara perseteruan antar saudara sekandung. Air kendi pun tak menyegarkan lagi karena hidup mereka tak sederhana lagi. Bahkan menjadi sangat rumit, ketika masing-masing mereka berusaha menjatuhkan saudara-saudaranya sendiri... Di langit arak-arakan mega kelam tak beraturan saling tabrak satu sama lain mencoba menterjemahkan kerisauan hati seorang ibu yang menahan isak tangis nelangsa bersimpuh di lapangan bola. Lebih memilih buta daripada melihat anak-anaknya bercerai-berai, lebih memilih tuli daripada mendengar anak-anaknya saling menghardik... Anak-anaknya saling menghujat dan saling menjatuhkan, adalah pemandangan yang sangat menikam dan mencabik perasaan hatinya yang renta. Semakin mencekam… saat hawa panas yang muncul dari medan perseteruan itu mulai membakar rumput-rumput kehidupan, dan memanggang apa saja, bahkan masuk sampai ke lorong-lorong teduh kasih sayang seorang ibu. Eksistensi seorang ibu sebagai sumber cinta dan kehidupan, perwujudan kasih sayang tuhan yang tidak pernah mereka gubris....

Dari segala penjuru mulai menyebar tak terkendali bau-bau busuk mental yang bobrok bercampur dengan aroma keculasan yang menyengat! Ternyata lebih busuk baunya dari aroma segunung sampah. Sehingga para gedibal negeri reptil yang biasa bercengkrama dengan bau busuk itu pun tak mampu juga menahan aroma busuknya perilaku mereka yang mengaku dirinya titisan kemuliaan. Kaum pinggir itu pun lehernya tercekat karena muak dan tak mampu menelan makanan yang dikunyahnya. Segala kebobrokkan itu membuat isi perut mereka berontak.. Ingin muntah! Karena anggota-anggota keluarga yang tengah berseteru itu sebetulnya sering memadankan keinginannya sebagai sebuah kesempatan, kemudian menghalalkan segala keserakahannya. Mengacuhkan janji amanahnya sendiri yang pernah diucapkan saat pengangkatan sumpah jabatan. Apakah berita keculasan ini sudah sampai di meja sidang para dewa-dewa? Entahlah….

Pundi-pundi dharma itu masih tersimpan rapat di balik awan… di antara bintang-bintang, karena para dewa-dewa kelihatannya sedang enggan menabur kebaikan akhir-akhir ini. Mereka setiap waktu hanya geleng-geleng kepala berjamaah.. Terheran-heran! Sungguh berani makhluk yang bernama manusia itu, masing-masing bersumpah atas nama Tuhannya untuk sesuatu yang sebenarnya berwarna abu-abu, bahkan hanya agar terlepas dari jeratan jeruji hukum… Kemudian merangkai berkarung-karung dalih dan demi gengsi kelompoknya! Pseudo-confession..!

Tak sadar bahwa hukum-Nya tidak bisa dipelintir seperti hukum manusia.. karena cetak birunya sudah mengalir dan ada sejak sebelum peniupan sekali pun.

Di sini, di belahan tanah gersang warisan nenek moyang tengah tergolek setumpuk pasal dan ayat kumal yang sudah sobek-sobek ujung-ujungnya. Bekas-bekas finger print yang menempel di sana-sini itu nyata-nyata berasal dari tangan-tangan kotor. Semakin hancur ketika langkah-langkah harta-tahta-wanita ikut menginjak-injaknya rata dengan tanah. Darah kami mengalir dalam geram, ada yang mengganjal di dada kami - kaum yang dikibuli bertubi-tubi.

Kapal ini selayaknya sarang tikus rakus yang masing-masing memikir perutnya sendiri… sedangkan kami para gedibal masih saja tekun mengayuh dayung agar tumpah darah ini tetap berjalan mengantar generasi demi generasi bangsa ke setiap perhentian masa. Dasyatnya badai dan bencana tak menyurutkan semangat bhakti kami… namun tingkah polah sesama saudara yang tengah bertikai itu telah memporak-porandakan ruang kemudi dan itu sangat menyebalkan. Lantas kemana Nahkoda kami?

Trance…? Ah bukan…! Panik..?Ya, typically….. semua kalang kabut saling menelanjangi! Sekuat tenaga berusaha bersembunyi di balik kedok masing-masing! Jari-jarinya asal-asalan menunjuk kesana-kemari, sedangkan kaki-kakinya sibuk mencari-cari pijakan pasal dan ayat yang berserakan di lantai yang kian panas itu. Sementara mulutnya mengoceh asal bunyi.. menebar bau dusta kemana-mana.

Di luar langit semakin memerah… di sini isi bumi masih belum tenang dari gejolak… di sini harga-harga semakin melonjak… di sini pengangguran semakin meningkat.. di sini biaya pendidikan membikin sekarat. Dekadensi moral menghantam semua lapisan.... Tak terkecuali para calon intelektual.
Tetapi…..
Tembok tebal birokrasi itu telah mengangkat mereka menjadi manusia sombong… Wewenangnya telah membutakan matanya…
Jabatan yang disandangnya telah membuatnya lupa daratan,
hari-hari berlalu seperti pesta.

Mereka mengibuli kami lagi…. Dan sekarang memaksa kami untuk melihat pentas drama yang mereka mainkan. Bukan menghibur! Malah semakin memuakkan.

Tit.. tit.. tuit jreng! Damar mati muliho…….


Read More..

06 November 2009

Pagar Makan Tanaman


Becik ketitik ala ketara, sing salah seleh… sebuah ungkapan masyarakat Jawa ketika terjebak dalam upaya penyelesaian konflik yang ruwet dan tidak menentu. Sebuah konsep kepasrahan yang percaya bahwa hakim alam pasti akan tampil menyaru peradilan manusia dan memaksa siapapun yang salah untuk seleh .. menyerah pada kebenaran.

Silahkan sembunyi di balik tebalnya tembok arogansi, silahkan putar balik hukum semaunya… Silahkan beranggapan uniform kekuasaan itu tak terbendung oleh apapun…. Hakim alam Yang Maha Kalem sedang mengadakan gelar perkara dengan caranya sendiri… Ndak peduli dengan ketidak sabaran manusia, yang selalu menyangka aman karena akan hidup seribu tahun lagi… Padahal salah besar!!! Sejatinya kehidupan ini tak berbilang tuan-tuan yang terhormat, kekal… bukan hanya dalam kurun waktu ribuan tahun saja. Lalu selebihnya panggung seperti apakah..? Adalah panggung yang warnanya lugas ditentukan oleh warna kinimu…..!

Sekumpulan reptile yang berebut bangkai ternyata lebih jujur, dan alami mengalir di ketiak naluriah… Seliar-liarnya mereka, satwa-satwa reptile itu tidak akan pernah menjadi Pagar Makan TanamanSing salah bakal seleh… biarkan hukum manusia dipermak dan direkayasa menjadi hukum kompromi yang ngambang dan bisa dibikin memantul elastic dan dipaksa menjadi kerdil untuk dijungkir-balikkan kesana-kemari… Jika hukum buatan manusia sudah compang camping justru oleh sekelompok oknum-oknum yang mestinya bermandat sebagai penegak hukum, maka mari kita tunggu saja hukum alam, karena itu adalah sebuah keniscayaan! Kita ini memang angkuh -- tidak pernah mau berkaca dan belajar dari rangkaian tragedi dan bencana yang baru saja terjadi… ya baru saja terjadi…!! Bahkan dampaknya pun belum lagi beres penanganannya.

Coreng moreng sudah wajah negri kami, luluh lantak kebanggaan itu.. ketika pagar telah rakus dan serakah memakan tanamannya sendiri, betapa nanar tatapan kami, tidak tahu lagi mau mempercayakan kepada siapa lagi hegemoni hukum… dan mahkota keadilan ini. Hukum kami ternyata menjadi taruhan dalam permainan kepentingan pribadi sekelompok juru pagar, mahkotanya suram belepotan noda dan nista. Tak lagi garang dan berwibawa, karena sudah terbalut oleh lembaran-lembaran rupiah yang membutakan. Kata “Mengadili” ternyata tidak pernah memberi atau bahkan menawarkan rasa dan harkat keadilan sama sekali. Neracanya telah oleng kesana kemari dipaksa oleh rekayasa yang menistakan.
Beramai-ramailah membela diri… rapat-rapatlah menyimpan bangkai…..!! Kami yang bodoh dan kecil ini hanya percaya “Ada asap pasti ada api”.

Kami benar-benar kebingungan, masih adakah yang bisa dipercaya? Yang ada hanya topeng-topeng misterius yang tampaknya suci dan jumawa menutupi mata-mata liar yang jelalatan dan rakus. Tikus-tikus rakus itu ternyata paham betul dengan mental-mental di balik topeng-topeng itu, demi untung besar segala cara dilakukan untuk membobol pematang naluri mereka dan sedapat mungkin bisa menganyam rangkaian perkronian dengan mereka. Maka ketahuilah! Yang kalian incar dan jarah itu adalah keringat rakyat negeri ini, bukan harta karun yang nongol begitu saja dari perut bumi.

Selayaknya matahari telah sejengkal di atas kepala… komodo, buaya, biawak, kadal, tokek, iguana, cicak.. saling terkam …. Tanah kami sudah seperti sarang reptile yang liar berebut bangkai, saling mencakar kedok masing-masing… ha..ha..ha.. ternyata kalian sama saja dan lucu-lucu! Mana yang benar dan mana yang salah ,… absurd..!!

Sementara di seberang panggung sana media massa bersorak membidikkan kamera, lalu menggelinjang masyuk dalam lenguhan uphoria yang ejakulasinya … oplah dan rating! Tariannya semakin beringas mengipas-kipas… Betapa mentereng dan jumawanya kekuatan media massa… Bahkan mampu membuat seakan forum peradilan telah pindah tempat, walaupun kenyataan yang ada kadang hanya tidak lebih dari hasutan agar perseteruan semakin gayeng…. Eksploitasi demoralitas yang sangat memuakkan. Rakyatpun akhirnya semakin mual-mual dengan drama yang memalukan itu… Rakyat bingung dan resah ….. Seperti itukah profil pagar-pagar tanaman negeri kami? Lalu dimana gelegar wibawa Sang Bathara Guru yang bisa membuat tikus-tikus itu tunggang langgang karena ciut nyali, dan para penjaga pagar jera mempermainkan tanamannya sendiri? Lalu mana pula para dewa-dewa tukang produksi fatwa-fatwa itu, apakah masih kurang kadar kebobrokan dan kemesuman ulah mereka, sehingga belum layak ditempeli fatwa haram?
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
( miris rasanya… )


Read More..

31 October 2009

Screengrab for Firefox Browser

Belum ada ide mosting yang berat-berat, sambil nunggu inspirasi mampir di otak saya coba posting yang ringan saja. Saya sebut ringan, karena cuma soal copy meng-copy halaman web dengan add-on ScreenGrap pada browser Mozilla Firefox. Bagi yang sudah tahu boleh langsung ke kolom komentar, bagi yang belum tahu silahkan simak.. siapa tahu bermanfaat. Hehehe…

Jika anda pernah merasa perlu untuk meng-copy sebuah halaman web, untuk berbagai keperluan dan anda merasa kesulitan. Sebetulnya ada banyak cara yang bisa anda tempuh untuk itu, mulai yang konyol dengan memotret layar monitor anda, atau memakai cara bawaan komputer anda – dengan memencet tombol PrtSc (Print Screen) pada keyboard anda, yang kemudian bisa anda paste-kan di mana saja untuk pengeditan selanjutnya.

Masalahnya cara-cara di atas hanya akan memberikan hasil berupa gambar yang tampil di layar (visible) saja, saat anda melakukan peng-copy-an. Sedangkan kebanyakan halaman web biasanya mempunyai panjang lajur yang melebihi ukuran layar monitor anda, dan runyamnya lagi... anda ingin meng-copy seluruh halaman dari awal hingga akhir, dari atas sampai bawah.
Tak perlu khawatir, jika dalam computer anda sudah terinstall browser Firefox, maka untuk memenuhi keinginan tersebut, anda bisa menambahkan sebuah tool pengaya (add on) ke dalam Firefox anda yang bernama Screengrab.
Setelah terinstall, cara menggunakannya pun tergolong guampang, tinggal klik kanan mouse anda pada halaman web yang ingin anda copy. Arahkan crusor panah anda ke menu Screengrab!


Ada beberapa pilihan, apakah ada ingin menyimpan hasilnya atau Cuma ingin meng-copy-nya kemudian langsung anda paste-kan ke tempat lain.
Pilahan mode copy-nya juga bermacam.

Jika anda pingin hasilnya adalah seluruh halaman web dari atas ke bawah seperti contoh di bawah ini, maka anda dapat memilih Complete Page/Frame.


Jika anda menginginkan hanya halaman yang Nampak di layar monitor anda, maka silahkan pilih Visible Portion.


Jika anda inginkan hanya bagian-bagian khusus dari halaman web tersebut, maka anda bisa memilih menu Selection. Kemudian cara memilihnya tinggal drag mouse anda pada area yang anda inginkan.


Dan hasilnya kira-kira seperti ini :



Treng teng teeng…!! Silahkan pergunakan hasil copy-an tersebut untuk apapun keperluan anda.
Demikian tip sederhana ini semoga membantu anda-anda yang belum tahu dan membutuhkan. Jika sudah punya browser Firefox dan merasa perlu, Silakan menyedot aplikasi Screengrab di sini
Read More..

23 October 2009

Dressed For Success


Pergulatan panjang mahluk kecil bernama manusia. Terjebak di kungkungan waktu dan pontang-panting mencoba menterjemahkan keinginan Tuhan.
Serumit inikah yang dikehendaki-Nya?

Sebegitu terlenanya mata mereka tersilaukan oleh alam kebendaan, seperti kesurupan, sekuat tenaga mencoba mengkompresi segala hal ke dalam bingkai waktu yang dianggapnya terbatasi oleh kapasitas… 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan seterusnya.

Sukses menjadi sebuah kata yang susah diterjemahkan apalagi untuk diraih. Terlalu banyak parameter yang disyaratkan untuk sebuah kata “sukses” yang telah dipaksa-mati untuk berhadapan dengan lajur waktu yang ada. Fasilitas, Kemewahan, Jabatan, Kekuasaan, dan Kekayaan formally diberi emblem dengan tulisan “TARGET” tampil manis di belakang podium pemikiran manusia, menjelma menjadi sukma baru untuk kata “sukses”.

Radiasi budaya itu sudah menyebar sampai ranah pola pikir independent jamaah manusia, berbaur dengan denyut darah dan keluar masuk bersama oksigen. Sebut saja para pakar kata “Sukses” yang ke sana sini dengan bayaran tinggi meniupkan definisi sukses sebagai timbunan materi dan tebaran kemudahan. Toh orang berduyun-duyun dan mau membayar mahal juga hanya untuk mendengarkan definisi kata “sukses”. Serumit itukah arti “sukses”? Lalu orang-orang itupun pulang dengan kantong penuh cerita, semangatnya tumbuh .. ingin sukses seperti yang diilustrasikan sang pakar… karena mereka saat ini merasa belum sukses!

Mari kita cerna kata sukses itu dari bumi keseharian kita sendiri yang sederhana,
kemudian jawablah sejujurnya pertanyaan “Apakah anda sukses hari ini?” Kalau anda merasa sebagai pecundang dan belum pernah merasa sukses, coba letakkan dulu rumus sukses yang sudah sekian lama digendong kesana kemari.

Perhatikan baik-baik… definisi sukses bisa juga berarti sangat sederhana karena percaya atau tidak Keberadaan anda menjadi penduduk dunia ini adalah sebuah SUKSES.

Anda adalah pemenang dalam kompetisi jutaan sperma yang berebut untuk membuahi 1 ovum. Sukses pertama Anda!
Kemudian fasilitas anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua...
Ketika otak dan pemikiran dijejali dengan segala tetek bengek kurikulum formal sekolah, kemudian diberi stempel S1 dan sebagainya, ketahuilah di luar sana ada beribu saudara kita yang tidak mampu membeli kurikulum itu - tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga...
Ketika waktu Anda diakui dan bayar oleh perusahaan atau instansi, atau mungkin hasil karya anda diakui dan laku dijual di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat...
Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat diluar sana saudara kita hampir mati kelaparan karena miskin, itulah kesuksesan Anda yang kelima...

Ketika anda membaca tulisan ini … sadarilah itu juga sebagaian dari sukses anda. Diluar sana masih banyak yang belum ngeh dangan computer, apalagi ngeblog, monetizing dan lain-lain.

Sukses terjadi setiap hari, bernapas dengan gratis dan lancar hari ini … alhamdulillah
Namun Anda tidak pernah menyadarinya…. Sukses bangun dari tidur setiap hari adalah istimewa..!! Bayangkan jika anda tidur dan tidak sukses bangun…. Hahahaha… atau ketika bangun ternyata mata anda tidak sukses melihat, atau mungkin telinga anda yang tidak sukses mendengar.

Syukurilah… Tanamkan dalam diri bahwa anda adalah sang pemenang yang sukses setiap hari…., niscaya akan tumbuh rasa syukur yang melimpah.

Ups! so patronize..!! Bukan itu maksudku, saya anggap inilah bentuk saling hamat-menghamati, getok tular, ingat mengingatkan… dan sharing.

Sukses ternyata bukan hanya gelimang harta dan kemewahan…
Tuhan sebetulnya hanya menempatkan makhluk sukses saja di muka bumi ini…
There are no losers in this world..!!

Sukses sejati adalah ketika anda bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan
kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Anda juga termasuk orang sukses ketika anda dapat menghargai kehadiran dan keberadaan sahabat, saudara, kawan dan keluarga anda sendiri. Sayangilah dan berikanlah kepada anak dan istri anda cinta yang anda punyai sepenuhnya, setiap hari! Selagi masih punya waktu, selagi masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal dan dipaksa untuk berpisah dengan orang-orang tercinta itu, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,

LIFE is so SHORT.


Dressed For Success
by. Roxette

Tried to make it little by little, tried to make it bit by bit on my own.
Quit the job, the grey believers, another town where I get close to the bone.

Whatcha gonna tell your brother? - oh oh oh
whatcha gonna tell your father? - I don't know!
whatcha gonna tell your mother? - let me go...

I'm gonna get dressed for success
shaping me up for the big time, baby.

Get dressed for success
Shaping it up for your love yea yea yea.


I'm not afraid, a trembling flower, I'll feed your heart and blow the dust from your eyes
And in the dark things happen faster. I love the way you sway your hips next to mine.


Whatcha gonna tell your brother? - oh oh oh
whatcha gonna tell your father? - I don't know!
whatcha gonna tell your mother? - let me go...


I'm gonna get dressed for success, hitting a spot for the big time, baby.
Get dressed for success shaping it up for your love. look sharp!



Read More..

19 October 2009

Too Much Love Will Kill You



Tiap kali mencinta berakhir dengan luka … Tiap kali berharap berakhir dengan kecewa. Lalu kau mengeluh betapa hidup terasa tidak mau berpihak, lalu kau merasa berjalan di lembah yang kering kerontang sendirian. Kau lelah dan frustasi…. Tertawanya itu… kau rasakan sangat menyayat…. Canda dan riangnya itu… bagimu tidak lebih seperti hentakan palu yang meremukkan hati…. Jangan pernah terlalu mencintai kawan….! Yang kau kira hakmu .. ternyata hanya semu, kau tak pernah bisa memilikkinya. Jangan pernah serakah untuk memilikki seutuhnya manis senyumnya… belum tentu itu hakmu!

Jika saja kau mampu, mungkin ingin kamu lukis langit dengan maumu, lalu kau dikte Sang Penguasa untuk barter dengan egomu. Jengkal demi jengkal nalarmu ternyata tidak ada yang merdeka sepenuhnya… Sangat memalukan! Kau dikuasai oleh bayang-bayang…!! Kesadaranmu sudah sepenuhnya seperti pesakitan dan nyekukruk hanya oleh deraan angan-anganmu sendiri ….. silent war yang nyata-nyata berat sebelah. Hahahaha.. Kenyataan yang terkalahkan oleh khayalan semu…!!

Sumpah serapahmu tentang cinta suci dan bhakti murni, nyatanya hanya menggantung di gagahnya pikiran saja..!! Hahahaha …. tidak pernah ada wujudnya dan setiap saat begitu mudanya lenyap oleh lenguhan kecilmu sekalipun. Be realistic man…. Jangan mencoba mengancam arah mata angin… jangan pula pernah merayu-rayu malam untuk selalu melayani mimpi-mimpi rendahanmu. Karena mereka lebih tahu, isak tangismu itu hanya kecongkakan yang kau bungkus dengan topeng memelas, cuma sepotong jeritan keserakahan yang kau kemas menjadi sebaris doa…

Belum mampukah kau mencerna secuil kearifan yang ada di nafasmu… bahwa hidup ini “mung sak dermo nglakoni” belum mampukah kau menjadi pelakon yang taat pada scenario-Nya? Kehormatan dan prestasi puncakmu ada di antara ketundukan mu pada Sang Maha Sutradara, bukan di gelegak keinginanmu yang selalu bertubi-tubi memperkosa naluri ilahiahmu sendiri. Boleh saja kau kejar bayang-bayang napsumu sampai ke kolong kemunafikan sekalipun, tapi penentuan terakhir tetap bukan wilayahmu kawan.

Jangan terlalu mencintai…. Semua ada jatahnya.. ada porsinya, semua yang kau cintai pada saatnya akan kau tinggalkan, apalagi sesuatu yang belum sepenuhnya kau milikki. Que serra serra… dan jika datang masanya perpisahan itu, maka kamu masih akan memilikki pribadimu seutuhnya, tanpa harus kalang kabut kebakaran jenggot seakan kiamat sudah tiba. Atau kau hanya akan selalu menjadi pecundang yang senantiasa kecewa dan memelas mengharapkan cintanya? Too Much Love Will Kill You.

Jika saat ini pangkat dan jabatan itupun belum menjadi hakmu.. maka tak usah kau simpan dendam sampai menjadi bara kemudian menjelma menjadi iblis yang membakarmu sendiri.
Read More..

14 October 2009

Internal Collides


Tatanan kehidupan yang menjadi pakaian kita sehari-hari perlahan mulai terbagi. Ada yang ingin tetap bertahan dengan pakaian Adab-Susila dan meneruskan norma yang selama ini dianut turun temurun. Sementara ada yang hingar-bingar dan jingkrak-jingkrak mengejar segala sesuatu yang menyenangkan dengan mengenakan pakaian Kebebasan. Asal menguntungkan dan menyenangkan , Go ahead aja….!!

Bicara tentang budaya memang seperti mengurai benang kusut. Kebudayaan, ketika didudukkan di pelataran global maka yang mengalir dan berputar di kepala kita adalah ragam budaya antara negara, bangsa suku atau bahkan benua. Yang jika dipertemukan maka akan ada banyak benturan-benturan satu sama lain.

Coba kita perkecil ruang bacanya, maka kita temukan bahwa dalam suatu komunitas budaya pun ada internal collides di antara mereka sendiri. Benturan-benturan paham, pendapat, pola hidup internal komunitas tersebut. Hidup memang berkembang sesuai dengan daya pikir dan kemampuan budi daya manusianya. Benturan antara tradisionalis dan modernis umpamanya, akan selalu mewarnai perilaku hidup suatu komunitas budaya.

Polemik rencana kedatangan Miyabi salah satu contohnya. Ada yang berpendapat sah-sah saja … Lha wong itu khan membantu mengangkat dan memajukan dunia perfilman nasional. Sementara yang lainnya berpendapat hal itu merupakan preseden buruk pada pendidikan moral-susila generasi muda. Karena mempersilahkan Miyabi eksis dibelantara perfilman nasional berarti sama saja menyemai benih-benih perilaku amoral dibenak generasi mendatang. Lantas mana yang benar? Jawabannya terpulang ke seberapa peduli kita akan nasib mental-moral generasi muda ke depan.

Kebebasan berpikir dan berpendapat adalah hak semua insan, dan itu wilayah yang susah untuk diatur karena bersifat immaterial. Namun kebebasan berpendapat itu akan menjadi semacam pelontar terjadinya benturan dan konflik. Nyatanya kebebasan berfikir mengejawantah menjadi budaya baru yang nyawanya bernama Hedonism, kemudian Pragmatism yang menjadi kendaraannya….. Asal dapat menyenangkan dan memberi keuntungan secara material maka hal itu dianggapnya sah-sah saja. Apakah dunia perfilman hanya bisa maju jika kita mampu Menculik Miyabi?
Apakah jika perfilman kita maju lantas menjamin bangsa ini tidak semakin keracunan? Sedangkan selama ini semua juga mafhum jika racun yang paling addictif dan efektif daya racunnya justru menyebar lewat wahana film… baik dari layar lebar maupun layar kaca! Pola pikir Hedonis sudah mulai mendominasi pola pikir generasi muda kita.. Segala hal yang menyenangkan dan secara materi menguntungkan menjadi hal yang dielu-elukannya.

Bangsa yang keracunan adalah bangsa yang bahkan tidak mampu lagi mengendalikan dan memberi batas-batas laju budaya-budaya yang meliar dan keluar dari batas norma-norma manusia. Jika keadaannya sudah outbreak semacam itu, seakan tidak ada lagi nurani yang memegang etika dan kesusilaan, maka tunggu saja masa-masa bangsa ini betul-betul keracunan dan tak mampu lagi Mengembalikan Jati Diri Bangsanya. Jati Diri Bangsa ini sudah seperti seonggok kain kumal yang tinggal nama, bahkan generasi muda kita sebenarnya tidak pernah tahu lagi apa sih bentuk dan figur dari Jati Diri Bangsa itu.

Read More..

11 October 2009

That's What Friends are For


Teman adalah pribadi lain di sekitar kita yang selalu mencoba menyamakan persepsi dan selalu hadir mengisi kekosongan hidup. Hadir disaat suka maupun duka, selalu rela berbagi apapun yang dibutuhkan karena maneuver pertemanan nyatanya mampu menembus lapisan terkeras dari dominasi ego-ego manusia.

Friendship adalah tanaman yang mampu tumbuh bahkan di gurun gersang sekalipun, memberi warna hidup menjadi lebih punya arti. Kualitasnya unik melebihi kehebatan interaksi apapun, karena tidak pernah membedakan spesifikasi apapun atas fitrah manusia.


Sumpah serapah kita adalah pupuk organic tanaman ini… kita bersama mafhum that’s just a joke, sentilanmu dan ledekkanmu terdengar kebablasan bagi orang lain… bagiku ngangeni, karena aku tahu panjang kali lebar kali tinggi pribadimu…

Ketika teman didera bencana maka deritanya menghujam dalam di sanubari, rintihannya menyayat genangan aku-kamu dan menyetubuhi seluruh dataran rasa. Sepedih apa deritamu kawan berbagilah... disini ada teman yang setiap terbangun dari tidur mengharap kebahagian atasmu. Dukamu adalah sayatan hitam yang melintang dari ujung ke ujung bilik-bilik hati.. Kita pernah terjerembab di gelap malam .. betapa kita berebut memikirkan nasib teman kita masing-masing dari pada deraan nyeri di punggung kita sendiri… Ketika jalanmu belum kokohpun kau seret langkahmu untuk membela temanmu dari rasa malu… Kau hadang aib itu sendirian agar tidak menerjang temanmu.

Tak selamanya pertemanan bergelimang mesra.. terkadang ada saja seonggok mahluk munafik yang tega menelikung indahnya kesejatian pertemanan. Nista… menodai kesucian silaturrahim dengan memaksakan keinginan napsu pribadi.

Berbagi itu indah… karena itulah nyawa dari pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan. Lihatlah teman, sahabat dan saudara kita tengah berjuang untuk bangkit dari hantaman bencana. Hari ini mereka bisa jadi esok kita… mari saling berbagi…. Duka mereka adalah duka kita, tangis mereka adalah tangis kita.

Terlalu mahal bagi manusia untuk disia-siakan duka mereka.. harta, nyawa, ketentraman dan masa depan yang porak poranda….. karena bencana dalam wajah lain adalah cara Tuhan mengingatkan kita agar mau saling berbagi.

That's What Friends are For
by Dionne Warwick
And I never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

Well, you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you

Whoa, and then for the times when we're apart
Well, then close your eyes and know
These words are comin' from my heart
And then if you can remember, oh

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
In good times, in bad times
I'll be on your side forever more
Oh, that's what friends are for

Whoa... oh... oh... keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for

Keep smilin', keep shinin'
Knowin' you can always count on me, oh, for sure
'Cause I tell you that's what friends are for
For good times and for bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for (That's what friends are for)

On me, for sure
That's what friends are for
Keep smilin', keep shinin'




Sorry gak nyediain Mp3nya.. hehehe gak buleh!
Read More..

08 October 2009

Never Ending Nightmare


Perasaan mencekam itu masih selalu mengilikithik ujung-ujung kedamaian kami. Betapa rapuh dan ringkih iman kami ketika harus berhadapan dengan gemeretak bencana yang sekonyong-konyong memporak-porandakan pulas nafas hidup kami. Rasa takut itu sesungguhnya sampai menyentuh ke ujung rambut sekalipun… tumpukan reruntuhan gedung itu begitu mencekam memompa trauma kami, mengingatkan saat-saat kami kocar-kacir diayun-ayun petaka ... Mayat-mayat saudara kami yang tertimbun itu gaung-jeritannya begitu membekas diingatan kami, berulang-ulang merontokkan nyali.
Potensi gempa yang lebih besar masih ada!” sontak menggelontor ke permukaan , semua media mewartakannya. Ketakutan dan shock ini belum lagi reda…. Derita nestapa belum lagi beranjak .. Ketidak-jelasan papan dan pangan kami belum ada titik terang, kembali luka lahir bathin ini diremas-remas ketakutan dan dihempas oleh kenangan mengerikan. Masih akankah terulang ?? Mereka bilang “Adalah sebuah Keniscayaan!”
Lemas seluruh sendi kami walau hanya mendengarnya…. Akan kemanakah kami harus berlindung ?
Seumur-umur belum pernah kami disadarkan bahwa “Kita hidup diatas pertemuan 2 lempeng benua. Bahwa kita hidup diatas pita vulkanik ….dll” Pun belum pernah kami diajari secara formal cara-cara mengatasi, mengevakuasi, atau mengenali tanda-tanda awal bencana bakal terjadi, semua diam… semua tidak peduli dengan nasib bangsa ini ketika harus berhadapan dengan bencana alam. Setelah korban bergelimpangan baru kegegeran bermula…kehebohan dimana-mana… semua gugup.. persediaan rangsum menipis… peralatan yang ada tidak memadai.. Belum adakah kurikulum yang bisa membimbing kami menjadi manusia-manusia yang siap (at least) jika terjadi bencana sewaktu-waktu?
Bencana alam tetaplah bencana yang kehadirannya tidak dinyana-nyana…. Maka ajarkanlah kepada kami cara membangun peradaban dengan konstruksi yang aman dan resisten terhadap bencana, ajarkanlah ke setiap diri kami cara Penanganan dini korban bencana, sediakanlah selalu posko-posko di daerah rawan bencana itu alat-alat yang memadai dan TEPAT GUNA…. Sehingga kami tidak perlu berlama-lama menunggu datangnya bantuan alat dari jauuuuh sana… sedangkan saudara-saudara kami yang terjebak keburu menghembuskan nafas terakhir bahkan bukan karena bencananya… tetapi karena penanganan yang lambat, keliru, bahkan tidak terjangkau oleh alat-alat yang ada.

Bencana tetaplah bencana, dan itu diluar kemampuan manusia… kami tidak berusaha menyalahkan siapapun. Mungkin ini nasib kami… Dianugerahi syurga yang indah, kaya dan subur, namun berada di atas tatanan yang labil dan selalu dinamis di dalam perut bumi sana. Namun setidaknya semua komponen bangsa ini menyadari jika bencana ini bisa terjadi sewaktu-waktu, maka ajarkanlah kepada kami semua, secara komprehensif cara-cara mengidentifikasi, menghindari dan menangani dampak bencana tersebut. Sediakanlah di dekat-dekat kami peralatan yang senantiasa Tepat Guna bila diperlukan untuk mengevakuasi korban bencana. Ajarkanlah sampai ke lapisan paling bawah dalam tatanan masyarakat bangsa ini. Biar kami menjadi warga yang sadar bencana…. Biar kami tidak bodoh.. yang senantiasa kebingungan dan panik ketika berhadapan dengan gelegak bencana.

Sehingga Ketakutan ini tidak menjadi sesuatu yang tidak berkesudahan. Never Ending Nightmare

Read More..

05 October 2009

Microsoft Security Essentials ( Microsoft Anti Virus)


Tumben-tumbenan Microsoft meluncurkan produk gratisan…versi final Microsoft Security Essentials. Apa ndak rugi ya..? ( sinis amat hehehe… ).

Walaupun pihak Microsoft menegaskan bahwa antivirus ini disediakan bagi mereka yang belum memiliki piranti lunak antivirus, dan bukan dimaksudkan untuk mencuri bisnis atau menyaingi perusahaan pembuat software anti virus, namun kehadirannya pasti akan membuat gundah produsen-produsen AV.


Meski gratisan, Microsoft menjamin si Morro ( semoga gak moron ) tersebut sudah tangguh menghadapi program jahat, termasuk yang ingin mencuri password atau menjadikan komputer sebagai server e-mail sampah alias spam. Dan yang lebih penting lagi, SME yang tanggal 29-09-2009 kemarin secara resmi diluncurkan ini tidak memberatkan kinerja computer anda.

Microsoft tidak bohong dengan komitmennya, sebagai pendatang baru di khazanah antivirus gratisan, SME tidak dibikin asal-asalan, terbukti ketika diuji oleh AV-Test.org. Si "Morro" mampu ini nangkring di urutan ke empat lantaran bisa mendeteksi 97,8 persen program jahat.


Berikut adalah terjemahan bebas pernyataan dari tim Microsoft Security Essentials:

Microsoft Security Essentials (sebelumnya dengan nama sandi "Morro") adalah produk keamanan terbaru dari Microsoft yang akan membantu melindungi konsumen terhadap virus, spyware dan perangkat lunak berbahaya lainnya. Program, dengan menggunakan teknologi yang sama dengan produk Microsoft lainnya, dirancang untuk melindungi dan setiap saat dapat memberi informasi apakah computer Anda dalam keadaan aman atau tidak.

Jika signal berwarna hijau, berarti keadaan computer anda aman….

Jika berwarna Merah atau kuning berarti ada sesuatu yang perlu dilakukan untuk menjaga PC Anda aman. Satu klik saja, dan signal akan kembali hijau maka PC anda aman.

Microsoft Security Essentials juga dirancang untuk memangkas macam-macam biaya tambahan yang menyebabkan banyak pelanggan kami malas melakukan update perlindungan keamanan pada PC mereka. Karena MSE tidak ada biaya berlangganan, tidak ada pendaftaran yang diperlukan untuk mengumpulkan penagihan atau informasi pribadi lainnya.

Aplikasi ini juga berjalan sangat silently dan nyaman karena bekerja di background, dan dapat di-scheduling scans ketika PC kemungkinan sedang menganggur, dan hanya menginterupsi pengguna hanya ketika ada tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan PC anda. Dengan cara-cara seperti ini penggunaan resources memori aktif dan CPU throttling yang berdampak pada kinerja PC Anda dapat diminimalkan, bahkan dapat juga dioperasikan pada PC yang lebih tua atau kurang kuat.

Microsoft Security Essentials bukanlah produk keamanan PC yang mewah dan lengkap yang menyediakan kemampuan sampai urusan tuning PC atau back up data. Tetapi jika apa yang Anda cari adalah perlindungan malware yang simple ("install dan lupakan") dengan kualitas yang solid, Microsoft Security Essentials mungkin adalah aplikasi yang Anda tunggu-tunggu. Dan, sebagai pengguna Microsoft Security Essentials Anda akan mendapatkan dukungan dari MMPC.

Kami pikir anda akan suka dengan manfaat yang Anda dapatkan dari Microsoft Security Essentials. Lihat sendiri dan download sekarang!

( ampyun beribu ampyun jika terjemahannya ngaco..namanya juga terjemahan "Gaya Bebas".. hehehe... )

Untuk penggunaan di skala korporasi, disediakan Forefront Client Security (FCS) dan Forefront Endpoint Protection (FEP) . Apa Perbedaan dan persamaan antara MSE dengan FCS/FEP?

Persamaannya antara lain adalah sebagai berikut

  1. Core engine-nya sama termasuk proteksi terhadap virus, spyware, dan rootkits.
  2. Menggunakan telemetry data dan global security response team yang sama
  3. Menggunakan mekanisme Windows Update untuk update signature

Sedangkan beberapa perbedaan terkait dengan fitur yang tentunya tidak ada di MSE antara lain adalah:

  1. Fitur manajemen console dan sentralisasi policy
  2. Dukungan untuk sistem operasi server dari 2008, 2003, hingga 2000
  3. Integrasi dengan Network Access Protection
  4. Fitur reporting dan manajemen status keamanan
Tersedia untuk Windows XP, Vista sampai Windows 7. Sekedar inpo.. walopun gratisan si SME ini...masih ada syaratnya lho! Windows anda harus Genuine alias asli...!!
Doh belom rela untuk benar-benar melepaskan tanpa syarat -- demi kemaslahatan manusia-- si om Bill itu ternyata.... Ya ndak pa-pa itu hak mereka dan kita wajib menghormatinya..., sementara saya tak nunggu kiriman OS yang Open Source dari Ki Demang Joglo abang saja (dance).
Read More..

01 October 2009

Bela Negara

Ditulis untuk berpartisipasi dalam : Brain storming-Bela Negara yang diselenggarakan oleh Pakde Cholik.

“Sadumuk bathuk, sanyari bumi, den lakoni taker pati, pecahing dada wutahing ludira”


Kutipan di atas menggambarkan semangat patriotisme dalam membela kepentingan bangsa dan Negara. Bagi seorang prajurit quote di atas adalah gampang dicerna pemahamannya, bahkan mungkin telah menjadi sebuah doktrin yang mendarah daging.
Lalu dalam masa krisis ancaman dari luar maka pemahaman “Sadumuk bathuk, ….” menjadi mudah dimengerti, bahwasanya setiap individu baik militer maupun non militer adalah wajib membela Kedaulatan Wilayah, Harkat dan Martabat bangsanya dengan jaminan nyawa ( dilakoni taker pati, pecahing dada wutahing ludira.). Right or wrong my country.

Jika implementasinya bukan pada masa-masa krisis militer yang mengancam integritas bangsa mungkin pemahaman “Sadumuk bathuk, ….” ini perlu diterjemahkan lebih detil. Khususnya pada masa aman sentosa umpamanya, apakah sikap dan jiwa patriotisme harus dikendorkan? Tentunya tidak bukan? Tetapi disalurkan kedalam bidang-bidang pengabdian lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing…. Memberi sumbangsih agar Kedaulatan Wilayah, Harkat dan Martabat Bangsa tetap tegak berdiri.


Lebih-lebih di masa-masa krisis bencana yang akhir-akhir ini sering menyambangi kehidupan bangsa ini. Mulai dari tsunami Aceh, lumpur Lapindo, gempa Jogjakarta, gempa Tasikmalaya dan terakhir pada tanggal 30 September 2009 kemarin gempa 7,6 skala richter di Sumatera Barat. “Sadumuk bathuk, ….” Patriotisme bela Bangsa dan Negara tetap harus berkobar dan diwujudkan dalam sikap dan semangat senasib sepenanggungan dengan menggalang kerja sama penanganan bencana secara bersama-sama antara pemerintah, aparat keamanan, tim SAR, masyarakat luas. Yang dekat dengan lokasi bencana dan mampu maka mereka akan menyumbangkan tenaga maupun hartanya. Yang secara geografis jauh dari lokasi bencana maka bisa lewat pikiran atau hartanya.

Ke depan ketika suasana mulai aman lagi.. mungkin “Sadumuk bathuk, …..” mungkin salah satunya harus berupa semangat dan kemauan yang keras dari seluruh komponen bangsa ini untuk belajar dan memperdalam ILMU TENTANG BENCANA karena kondisi geografis negeri ini memang berada di tempat yang rawan bencana, antara lain berada di atas sabuk vulkanik, berada di pertemuan lempeng benua, negara kepulauan, luasnya hutan agraris yang rutin terbakar….. dan masih banyak lagi potensi bencana yang senantiasa mengancam. “Sadumuk bathuk, …..” Alangkah bijaksananya jika pemerintah mulai memikirkan disiplin ILMU TENTANG BENCANA …umpamanya. Mulai dari bagaimana caranya mendeteksi dan mengantisipasi bencana alam, upaya preventif, dan penanganan korban bencana. Karena dipelajari secara mendalam atau tidak, jika sewaktu-waktu terjadi bencana toh kita sendiri yang merasakan, kenapa tidak diseriusi sekalian menjadi bidang ilmu baru. Yang pada gilirannya dapat meminimalkan dampak bencana alam terhadap kehidupan bangsa.

Semoga semangat Patriotisme Bela Negara di dada masing-masing anak bangsa bisa menjadi menyulut-hidupkan rasa kebersamaan sesama anak bangsa, senasib dan sepenanggungan demi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

note : gambar diambil dari sini

Read More..

28 September 2009

Larangan Berjilbab itu.......

Ketika membersihkan inbox email, nemu artikel yang sangat menyentuh ini.. Kiriman dari kawan saya...
Kepada penulis aslinya jika membaca postingan ini.. sekalian mohon ijin untuk mempublishnya di blog saya ini demi kemaslahatan bersama.
Saya hanya copas cerita ini semoga bermanfaat bagi kita semua.
Terutama buat mereka yang mempunyai nasib yang tragis seperti yang dialami salah satu tokoh yang dikisahkan dlm cerita ini.


MENGAPA AKU DILARANG BERJILBAB?

Ada seorang teman saya, suatu hari terpanggil untuk memakai jilbab.
Karena hatinya sudah tetap, dia pun pergilah ke toko muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslim lengkap bersama jilbab dengan berbagai model (maklum teman saya itu stylish sekali), dia pun pulang ke rumah dengan hati suka cita.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya.
Ketika dia ke luar dari kamarnya, bapak dan ibunya langsung menjerit. Mereka murka bukan main dan meminta agar anaknya segera melepaskan jilbabnya.

Anak itu tentu merasa terpukul sekali...bayangkan :
Ayah ibunya sendiri menentangnya untuk mengenakan jilbab.

Si anak mencoba berpegang teguh pada keputusannya akan tetapi
ayah ibunya mengancam akan memutuskan hubungan orang-tua dan anak bila ia berkeras. Dia tidak akan diaku anak selamanya bila tetap mau menggunakan jilbab. Anak itu menggerung-gerung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang malang sekali nasibnya.

Tidak berputus asa, dia meminta guru tempatnya bersekolah untuk berbicara dengan orang tuanya. Tapi apa lacur sang guru pun menolak keras.

Dia mencoba lagi berbicara dengan ustad dekat rumahnya untuk membujuk orangtuanya agar diizinkan memakai jilbab...hasilnya? Nol besar! Sang ustad juga menolak mentah-mentah.

Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu.
Dia merasa betul-betul sendirian di dunia ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusannya untuk memakai jilbab.

Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan trik terakhir. Ditemuinya sendiri kedua orang tuanya, dan Dia berkata,"Ayah dan ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau tidak diizinkan juga saya akan bunuh diri."

Sejenak suasana menjadi hening.
Ketegangan mencapai puncaknya dalam keluarga itu. Akhirnya sambil menghela napas panjang,si ayah berkata dengan lirih,

"Bambang! Nek kowe cah wedok sak karepe ngono."
(Bambang! Kalau kamu itu cewek, sesuka hatimu lah ..)
"Lha kowe ki lanang.. lha kok arep nganggo jilbab?"
(Lha Kamu itu laki-laki.. koq mau pake jilbab ?")


Dasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar.............!!
Hahaha... ternyata ceritanya "menyentuh" rasa geli saya...!!
Read More..

26 September 2009

Genderang Perang


Berusaha menjadi baik sudah menjadi keharusan masing-masing.
( Catatan kecil pasca “Ramadhan” )

Mega hajatan itu sudah lalu bersama waktu. Mestinya lagi jos-josnya kalo bicara iman di hati masing-masing.

Ternyata….
Memupus kobaran nyala “setan kecil” ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Ingin ku lipat saja.. tapi tanpa kusadari dia telah menyandera seluruh otak dan pikiranku, nalar dan segala macam dogma-dogma moral seperti lesap ditelan bumi. Meng-eliminirnya adalah suatu kemustahilan….
Merenung di tebaran derai tawa penerus-penerusku… kulihat semua begitu alami, menukik di sisi kedunguanku yang terkapar kembali ditelikung “setan-setan kecilku”

Ndomblong…..
Hanya dapat memandang nyala-nyala yang selama Ramadhan hanya redup-kecil itu mulai liar dan berkobar lagi melalap seluruh potensiku… sodokkan dan hentakkannya pada timbunan hasratku sudah mulai membuatnya terbakar dan arang kambang dikipas-kipas… akhirnya membara dalam diamku! Aku tak sempat lagi mencerna etika dan norma yang mestinya masih tersimpan di saku baju gamisku. Ya.. kadang aku merasa asing dengan kondisi yang hangar bingar memenuhi ruang kesadaranku ini. Medan perang terbuka bak tengah digelar di jagat kecilku…. Baik dan buruk sedang berhadapan saling membidikkan senjatanya masing-masing.

Ndableg…
Mimbar di depanku belum lagi ditinggalkan sang pengkhotbah.. suara takbir dan tahmid juga lamat-lamat masih terdengar …. lha koq berani-beraninya dia menyeruak dan mengobrak-abrik diam khusyukku…!! Lagi-lagi aku hanya bisa diam… sementara serambi-serambi nurani sudah dari tadi lintang pukang cerai berai berlarian menjauhi kiblat!
Aah.. rupanya aku belum kenal betul dengan desertir-desertir laten itu.. Aku sering kecolongan langkah, selalu kusadari ketika semuanya terlanjur runyam membelit seluruh hidup dan kehidupanku..

Deleg-deleg….
Bersandar ditiang “soko” rumah-Nya… serasa tuli dan kebas telingaku dari ayat-ayat-Nya. Jika saja ada obatnya, jika ada dokternya …. Jawabnya “obatnya ada dalam dirimu nak.., iman di qolbu-mu harus selalu kau siangi dan siram setiap waktu”
Aku selalu mencoba untuk tidak membuat jawaban itu sesuatu yang klise.. Kuyakini betul begitu, namun ajarkanlah shortcut atau trick agar aku bias menembakkan senjataku secepat Lucky Luke sang koboi, karena genderang perang itu telah ditabuh bertalu-talu.

Hidup adalah kumpulan perang yang mestinya mengharuskan kita membidikkan senjata ke diri kita sendiri, sebelum membidikkan ke orang lain. Karena jihad terbesar ada dalam diri.. ada perang disetiap tarikkan nafas, ada intrik-intrik asusila di setiap detak jantung.

Pulang petang kadang tidak selalu membawa hasil yang gemilang… seperti nelayan yang kuyu-lunglai setelah kepergok badai, seperti petani yang panenannya diterjang hama…. Umur kadang bukan jaminan untuk keberhasilan dan bertahtanya kebijaksanaan seseorang, walaupun kita sadari hidup hanya sekali sedang kematian datangnya tak kita ketahui.


Read More..

16 September 2009

Kosong

Kosong ide adalah situasi dimana terlintas pun tidak di pikiran ini mau menulis apa, sedangkan kondisi Kering ide adalah situasi yang lebih membuat jengah, rasanya tidak ada yang pantas semua ide-ide yang mengalir di batok kepala kita.
Mendadak ingat....

Lebaran tiba…!!

Dan di mana-mana bertebaran pasangan kata yang ternyata membuat salah kaprah kita semua. "Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin"
Minal Aidin Wal Faidzin yang mestinya berarti ”Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).”

Aslinya emang nggak ada hubungan langsung dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir Bathin”, tapi ketika dicampur pengucapannya seperti selama ini.. membuat orang awam seperti saya ini suka mengira jika Minal Aidin …. itu berarti Mohon maaf Lahir Bathin.. hahaha.. harap maklum saja karena saya terlahir dengan hidung pesek..bukan terlahir jadi orang Arab, jadi suka bingung kalo dengar istilah kearab-araban.

Belum lagi istilah “Halal Bil Halal” yang katanya memang bukan dari budaya Arab, tetapi disinyalir murni muncul dari budaya kita sendiri. Terserah masing-masing meyakininya… kalau saya sich melihat sisi positifnya saja..

Eniwei baidewei buswei……
Jika saja ada salah kata dalam postingan, maupun komentar-komentar saya di postingan kalian maupun yang di shoutbox yang membikin kawan-kawan sesama blogger tidak enak hati…, entah karena kesengajaan atau hanya karena candaan yang kebablasan, dan itu ternyata menyinggung atau menyakitkan perasaan kalian, maka di hari yang baik ini dengan segala hormat dan kerendahan hati saya ucapkan :




SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 Syawal 1430 Hijriah ( Sept. 2009)

Mohon Maaf Lahir dan Batin


“Taqobbalallahu minna wa minkum, Taqabbal ya Karim”


Read More..