28 December 2008

Koruptor di negeri tetangga

Seorang mantan pejabat Perdagangan Provinsi Anhui China timur telah dihukum mati; karena skandal keuangan yang meliputi korupsi, penyuapan dan penggelapan.
Cai Wenlong, 55, mantan Wakil Kepala Dep. Perdagangan propinsi Anhui, telah dituduh telah menggelapkan uang negara lebih dari 14 juta yuan ( atau setara dng Rp22,9 milyar ), menerima suap ke kantong pribadi senilai 3 juta yuan dan menggelapkan dana rakyat sebanyak 17 juta yuan( atau setara dng Rp27,8 milyar ) untuk keuntungan pribadi. Belum selesai sampai di situ, negara juga dirugikan sebanyak 300juta yuan (sekitar Rp491 miliar) diakibatkan kelakuan Cai menginvestasikan uang negara tersebut ke bursa saham. Semua harta yg dimiliki Cai akhirnya disita oleh aparat.
Cai diduga menjalankan praktek kejahatannya antara 1998 dan 2006 yaitu ketika ia menjabat ketua dewan pada beberapa BUMN termasuk Anhui Material Group Co Ltd dan Huishang Group Co Ltd. Bahkan karena dinilai moncer karirnya dia juga telah dipromosikan menjadi Deputi Departemen Perdagangan pada Januari 2007.


Cai tidak sendirian dua mantan gubernur Anhui juga pernah di hukum gantung pada tahun 2004 dan 2007 karena melakukan praktek korupsi.
Seandainya..., andai saja koruptor di negeri ini juga di berlakukan hukuman seperti itu, saya membayangkan pasti cukup efektif kerja KPK, apalagi jika kita mengharapkan efek jera dari proses peradilan di negeri (yang masih terkenal sebagai sarang koruptor) ini. Tidak mudah memang, banyak pro kontra.. entah demi alasan peri kemanusiaan atau peri perkronian... Pihak-pihak yang menyanjung hak-hak azasi Manusia pasti akan tereak tidak terima, namun juga tidak bisa memberi solusi pada masalah korupsi yang semakin merajalela ini.

Ibarat membersihkan benalu dari tanaman, pasti harus memangkasnya sampai ke akar-akarnya, bahkan kadang harus sedikit mengorbankan ranting yang tertempeli akar-akar benalu tersebut.

Memang tidak mudah, ditambah lagi lingkaran iblis di level legislatif kita... Pasti saja "mbulet" kalo mereka di suruh menciptakan produk hukum yang tegas dan berwibawa untuk mengobati penyakit bangsa yang satu ini, karena ibaratnya tikus koq disuruh membikin atau diminta merestui dan mengesahkan pemakaian perangkap tikus paling sadis... logikanya pasti tikus pun mikir "Ogah ah! Ntar gua juga yang kena... hii ngeriii..!"
Jadinya lucu yang terjadi di negeri ini, seorang koruptor yang terbukti menggerogoti uang negara, hanya mendapat hukuman "pengasingan" yang eksklusif. Apa ndak..!!? Lha wong katanya di penjara koq masih bisa mengendalikan perusahaannya ( perusahaan hasil praktek korupsinya juga ), Kamar tahanannya yang berfasilitas hotel bintang lima ck..ck..ck.., kalo bosen di pengasingan bisa "beli udara segar".. gampang koq penting ada uang yang cukup untuk beli karcis pintu penjara... dijamin bisa berkeliaran sebentar ngumbar syahwat di luar.. he.. he.. Di hukum..? yaa jalani saja, itung-itung bertapa.. biar tambah lihai dan mumpuni dalam hal "tilep-menilep" uang rakyat.... toh hartanya masih banyak di luar sana. Lho apa ndak di sita...? Woo kalo itu ya sudah dong... sudah di sita senilai yang ketahuan ajah.  Ha..ha..ha.. Sebuah dagelan akhir jaman.
Kalopun umpamanya hukuman mati atau hukuman gantung terhadap para koruptor ini ditegakkan di negeri kita... idealnya hukuman semacam itu gak akan pernah terjadi atau dipraktekkan kalo manusianya semua sudah jera sebelum bener-bener gundulnya terancam dijerat di tiang gantungan -- karena praktek korupsinya keburu ketahuan. Jangan harapkan "manusia-manusia tikus" itu memahami penderitaan rakyat dan sadar dosa ... ancam aja bahwa korupsi itu hukumannya bueraaat.... digantung atau mati di depan regu penembak umpamanya. Kenyataannya bangsa kita ini masih banyak oknum yang susah sadar dengan sendirinya.. kudu dibantu dengan ancaman yang paling berat...., kalo cuma dihukum pengasingan sih.. gak jera! Habis masa tahanan masih petentang-petenteng sok suci.. seakan-akan penahanan yg kemarin itu karena "salah orang", sok jadi korban gitu.
Opini pribadi lho yaa... aku sih setuju kalo hukuman mati diperlakukan kepada para koruptor kelas kakap yang serakahnya kelewat batas itu. Kalo nekat..? Yaa berarti bosan hidup... He..he.. bisa bayangin gak... how powerfulnya KPK..? Jangan-jangan malah jadi varian penyakit baru.. pemerintahan diktator mungkin? Ndak laah..jika peraturan perundangannya jelas. Sudah ah! malah ngelantur.... ini gara-gara kemarin nyasar baca berita di Xinhuanet.com dan chinadaily.com seperti di atas.
Kalo pingin tahu posisi perkorupsian di negeri kita menurut mpu Wiki, silahkan longok peta ini.. indikatornya semakin merah semakin korup-lah negara tersebut.
Met tahun baru.., semoga Indonesia bisa lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Technorati tags: , ,

25 komentarmu:

Cebong ipiet said...

yg pertama harus di benahi hukumnya om
ngga langsung hukum mati
karena apa
hukum di indonesia masih sangat rentan
saya pernah jalan jalan ke XXXX lembaga hukum lah pokoknya
dan melihat bagaimana hukum di perjual belikan
kalo ada hukuman mati takutnya yg ga bersalah itu loh

pingin ngeblog said...

ya harus di buktikan dulu kebersalahan terdakwa mbak.... mosok orang tdk bersalah di jerat gundulnya? ini mah hukumnya yang cacat he..he...

OrangNdut said...

Ya, asalkan jangan asal gantung aja. Ntar yang gak bersalah malah terjerat. Tapi kalo hukum kayak gitu diterapkan di Indonesia, bakalan gak ngefek buat pelaku2 lama, khan kita menganut asas hukum yang tidak berlaku surut.

suryaden said...

memang masalah yang sangat pelik dan saling berkaitan dengan jumlah kekayaan negara, jumlah gaji yang diterimakan, fasilitas, biaya operasional apalagi sistem pelaporan keuangan dan auditnya yang agak aneh dan belum standar.

Terlebih banyaknya potongan-potongan dari atas yang misterius menambah pelik dan korupsi di tingkat bawah pun membabibuta, dan dengan cara-cara yang memalukan.

pingin ngeblog said...

@mbak ebong lagi : kerangkanya sama koq.. seandainya (cuma seandainya ...) hukuman mati kpd koruptor yg memang benar-benar "bersalah" (gak salah orang lho) diberlakukan. itu juga dalam rangka pembenahan hukum.. sampeyan benar hukum kita itu masih rentan saat ini banyak di gembosi oleh penegak hukum sendiri.

@OrangNdut : Ya itu tadi, karena hukumnya banyak di gembosi oleh orang hukum sendiri. di luar itu kondisi sosio-ekonomi kita juga memberi pengaruh yg besar.

@Suryaden : Ha..ha..ha negara kita memang termasuk "Negeri yang Misterius" mas, banyak "hantunya."

Nyante Aza Lae said...

keren euyy, warna petanya pas banget sama warna bendera kita

suwung said...

pengin korupsi tapi takut mati

brigadista said...

Walaah truss kita percaya ma sapa neeh harusnya,..!!

gdenarayana said...

iya yah, gimana enaknya yah mas...

semua hukum kayanya dibuat untuk dilanggar :D

KPK jg belum menjadi solusi yang tepat utk memberantas korupsi, malah orang2nya ada yang tertangkap nerima hasil korupsi :D

endar fitrianto said...

jadi gregetan kalau lihat berita korupsi.
basmi korupsi sampai tuntas
selamat tahun baru mas..

Riema Ziezie said...

iya setuju bang...biar para koruptor dan juga calon koruptor jera sehingga mengurungkan niatnya utk korupsi alias dia musti berpikir 1000x utk korupsi

bhart said...

ngga ada hubungannya ma koruptor..
tek bele-belain ga tidur nich mau ngucapin
HEPY NYU YEAARR 2009! :)

harry seenthing said...

kalo menimbang , melihat dan mengamati tentang hukum di negara indonesia ini terlalu bertele tele dan dengan adanya kata dari orang nyang ngerti hukum makdudnya istilah dari "praduka tak bersalah" itu yang harus di hapuskan, jadi negara kita dalam hukum hanya bisanya menduga-duga saja gag pasti artinya banyak plinplan.....kayak pimpinan sekarang

GOMBLOH said...

kalo yang di perempatan jalan itu korupsi apa ga ya??

Bawor said...

Koruptor pancen tai ngasu, maraih uripku dadi rekasa wakakakakakakakakaa.

pingin ngeblog said...

@ Nyante Aza Lae : itulah bang, kenyataannya dunia melihat kita......he..he..

@ suwung : ya sudah, jng korupsi lagi ... he..he

@ brigadista : percaya hati nurani bro... yg baik-baik ajah..

@ gdenarayana : lagi2 krn hegemoni hukum kita yg bengek shg orang hukum sendiri yg melanggar..

@ endar fitrianto : setuju ..! Met Tahunbaru juga ramane..

@ Riema Ziezie : itulah yg kita harapkan mbakyu...

@ bhart : Met tahun baru jg ramane... btw koq susah bgt pengin komen nang bloge rika sich?

@ harry seenthing : ha..ha.. azas Parduga tak bersalah harus dihapus?? bisa bro asli semua bukti valid tanpa keraguan sedikitpun.

@ GOMBLOH : sama saja bro.... cuma scoop nya yg kecil.

@ Bawor : rekasa kepiwe kang.. apa tau di gebuki dening koruptor apa? ekekekek...

Seno said...

Biar di penjara negara masih aja rugi, harus ngasih makan sehari tiga kali, ngasih listrik dan lain2. Padahal yang buat makan kan duite inyong karo rika pada.

Kepenake sing korupsi ya de dor bae. Sangane pada kapok.

duCkY... said...

wahai para koruptor...mateee ajaa lo...'ih sadiz ya'.saran to para koruptor: KIRIM AJA KE PALESTINA,SEBAGAI SUKARELAWAN DI SANA, MEMBANTU UNIT KESEHATAN... sangat berguna kan,itung2 mencuci kesalahan-dosa-nya...

ziezie veteriner said...

koruptor tuh mamang hrs dieksekusi biar jera

alifahru said...

klo hukuman gantung atau hukuman mati diterapkan di indonesia, saya yakin 100%, hampir 90% pejabat indonesia dari presiden sampai kecamatan akan tewas semua.... tragis khan... :)

Seno 008 said...

kepengin weruh koruptor indonesia dihukum seberat-beratnya

Mengembalikan jati diri bangsa said...

Ironis memang. Disaat negeri tetangga membabat habis para koruptor, di negeri kita koruptor malah dilindungi dan disuruh kabur keluar negeri yang tidak mempunyai perjanjian ektradisi dg indonesia
Ironis...

Mengembalikan jati diri bangsa said...

Seperti Edi Tansil, dimanakah sekarang dia berada??? *atau jangan2 sobat yang ngumpetin*
hehehehehehe....
salam hangad
wassalam

genthokelir said...

bapak ku bukan Koruptor lho dan aku juga nggak Korupsi hahahaha

mama hilda said...

emange mumet kalo udah urusan koruptor, lha wong udah mengkroni jee..

Post a Comment

Yuk jadikan komentar sbg sarana untuk saling menyapa.