06 July 2010

Rehabilitation With Cares

Until now, many people still argued, that rehabilitation of addicted to drugs and alcohol are still using the old concept, in which an addict would given hard treatment to make them deterrent.


The patient feels imprisoned and treated like a madman. Such treatment is a violation of human rights and will cause trauma to the patient. Wrong treatments will only increasing the list of failures addicted to drugs and alcohol rehabilitation. But on the other hand healing drugs or alcohol addiction on their own will is not easy. Although the majority people which have long been active addicted by drugs and alcohol generally will enter a period of saturation and the deterrent with his addiction, but because the disease is more powerful than the patient mentality, it was difficult for them to stop using drugs and alcohol.


So, how is the best way to deal with this addiction problem? Until now, for most cases of addiction, rehabilitation is the best solution.Obviously these rehabilitation programs must have criteria that consistent with basic principles of rehabilitation programs, e.g :

• Respect to the clients as a human beings, and the prioritization of the client.

• Have confidence that the client can changes, any heavy problems.

• Involving the client in formulating a treatment plan, to add client determination in recovering.

• Strong commitment and not easily discouraged. Continue the effort, although it has been often encountered disappointments and failures. Be more creative and looking for a more effective approach.

• Have a clear and transparent code of ethics, in running the program functions.

• Maintain client confidentiality.

• Have adequate facilities.

Based on these principles, addicts should be treated as human beings. Means they are entitled to make choices for her life as a whole person.

The task of the rehabilitation program is to motivate them to make changes to positive direction and create a conducive and comfortable environment for them to make changes.

For example, the rehabilitation program at Axis House. The drug rehab and alcohol rehab that located in the Palm Springs area east of Los Angeles offers smooth and comprehensively drug treatment and alcohol treatment. In this rehabilitation program, clients (addicts) will not be forced to undergo much less confined in the recovery program. Clients will be given friendly assistance program of healing and caring, and handled by trained experts and professionals.


Patients will be motivated to see that recovery from addiction to drugs or alcohol as a major requirement for himself and his family.

In this alcohol treatment center, we should get rid of the myth that the rehabilitation program is a daunting process. Or even the view that addicts do not have a chance to change.


With a strong intention and determination to change, and an assistance of the Axis House, the real road to recovery for addicts has been opened widely. Read More..

24 June 2010

SARU

Sincerity, Accolade, Relationship, Unassuming 


Kenyataannya setiap manusia membutuhkan sebuah interaksi.  Sedangkan sebuah interaksi akan nyambung, manis dan langgeng jika dilandasi oleh KETULUSAN (Sincerity), PENGHARGAAN (Accolade), PERSAHABATAN (Relationship) dan KESEDERHANAAN (Unassuming).

Boleh percaya boleh tidak, sekian waktu berkecimpung di dunia maya saya menemukan kemapanan interaksi yang mampu menghasut rasa ini, agar tumbuh   tersambung menjadi jalinan persahabatan yang sederhana ketika saya terjerumus ke dalam sebuah Social Networking yang bernama PLURK. Sangat sederhana dan interaktif, bagaikan setali tiga uang, tool sederhana yang hebat ini mampu mengikat kami para blogger ke dalam jalinan sederhana  yang keren dahsyat, di belakang front page kami masing-masing. Benak saya mengandaikan, kami seakan sedang bercengkerama, bersenda gurau di halaman belakang rumah kami atau etalase kami masing-masing (blog). Kenapa kami pilih PLURK? Jawabnya ada di sini

Read More..

22 June 2010

Indonesia Ikut Piala Dunia

Indonesia pernah menjadi team negara Asia pertama yang ikut World Cup. Tepatnya pada tahun 1938 yang diadakan di Perancis.

Tergelitik banget perasaan untuk mencari lebih tahu mengenai hal tersebut, tentunya hal yang wajar di tengah euphoria penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini. Karena sejujurnya saja, gegap-gempitanya belum bisa merasuk sampai ke wilayah rasa bangga sebagai sebuah bangsa. Kita masih berteriak-teriak menyoraki Negara-negara tetangga kita yang bertanding saling beradu prestasi dan berebut supremasi. Seandainya saja yang kita tonton dan kita elu-elukan kemenangannya di World Cup tersebut adalah tim PSSI. Tim kebanggaan bangsa Indonesia.
(doh) Capek rasanya mengharap mereka pulang membawa kemenangan pada event-event olahraga Internasional.
Read More..

14 June 2010

Karib

Aku mungkin karibmu paling dungu, yang hidup di pelupukmu dan mengais harapan di kehendakmu....

Selalu mengerang dalam keluh-kesah insan papa yang sedang 'mencari' dengan segala keinginan 'konyol' untuk menandai jejak bangau yang sedang terbang. Inginnya ku terima saja gundah yang mengiringi  gumpalan ego yang tengah runtuh ini, ku biar-rasakan saja lunglai raga ini, jika itu bisa membuatmu semakin terasa karib walau temaram. Cukup semua itu menjadi pengantar segala bentuk vision yang berputar-putar liar, tanpa arah - tanpa kendali, mencoba memaknai semau-maunya kediaman eksistensimu. 

Aku mungkin karibmu paling dungu, namun aku tidak pernah ingin menistakan diriku sendiri, dan aku tidak pernah merasa seperti pungguk merindukan bulan. Di sini ada aku, di sini ada engkau, dan selalu kau temani aku menghabiskan sisa waktu 'perjalanan melingkar' ini dalam diam, namun heningmu masih membuatku sering terlena dan merasa sukar untuk merasakan engkau masih di sini. 
Teringat pongahku, berapa kali aku selalu salah memaknai kehendakmu, layaknya aku ada hak tawar menawar denganmu. 
Engkau pun tahu betapa bebalnya aku, fluktuasi yakinku sebenarnya mewakili segala resah dan harapku yang seakan terlantar di atas lembaran-lembaran nasibku. 

Aah.. aku mungkin karibmu yang paling dungu, harusnya malu ketika terlontar kata "harapku","nasibku", sedangkan engkau tengah tersenyum dalam diam, melihatku "belajar" mengarungi ruangan kosong tanpa bingkai nasib maupun sekat takdir. 


Sebelum senja turun berganti malam, biar ku genapi kedunguanku dan ku paksakan sisa-sisa permintaan kepadamu....
Jangan pisahkan gemuruh suara ini dari detakan jantung, letakkan saja paket-paket ketentuan itu di serambi tengah logikaku yang tengah jatuh-bangun ku coba untuk melipatnya - agar ringkas. Kemudian ijinkan aku mengarungi altar "nowhere" ini tetap hanya denganmu tanpa jarak dan sesuatu yang membatas sentuhanmu.
Jangan paksakan pula desakan pemahaman ini keluar dari rentetan blue print kejadian diri. Karena setelah cermin yang kau pinjamkan itu kini kusam belepotan noda, hanya template-template itulah yang kupahami sebagai shortcut untuk mengingat bahwa engkau selalu ada di dekatku, dan jika suatu saat aku tertindas oleh akunya diri, tolong buka mata kecil kesadaran sejatiku untuk memahami cahaya di atas cahayamu

Dan esok hari ketika matahari terbit, mestinya aku ada dalam ayunan ketentuanmu, aku ada di pelukan kehendakmu, dan aku ada di genangan welas asihmu.
Read More..