09 December 2009

Facebook Bikin Kecanduan

Kehadiran Facebook memang sangat fenomenal merambah semua perkakas elektronika mulai yang bersifat gengam (gadget) maupun yang desktop. Saya masih teringat beberapa tahun yang lalu, betapa sulitnya untuk menyambungkan komunikasi antara Handphone dengan computer. Tapi sekarang dengan adanya Facebook tanpa terasa semua orang sudah bisa saling tersambung satu sama lain. Facebook hadir menjadi jawaban betapa dahaganya setiap manusia untuk berinteraksi tanpa dibatasi jarak dan waktu, bebas kapan saja. Hanya selembar norma kepantasan saja yang hendaknya tetap dipegang oleh masing-masing individu pemakai Facebook.
Facebook seakan sudah menjadi bagian dari Internet masa kini. Buka internet pasti buka Facebook. Padahal cukup banyak layanan yang tersedia di internet tetapi ternyata sampai saat ini Facebook masih mendominasi diperingkat pertama. Hal itu saya buktikan ketika saya sempatkan untuk mengecek keyword yang paling banyak di cari di Google dalam minggu ini atau dalam sebulan ini, dan jawabnya  Facebook.

Oya sangat fantastis..! Total pengguna Facebook sampai saat ini telah mencapai 316,402,840 anggota, dan saya yakin ke depan masih akan bertambah.
Berikut Statistik Pengguna Facebook secara global, di mana Indonesia menempati rangking ke 7

10 Negara dengan anggota Facebook terbanyak.( Dec' 2009 )
1.
United States
94,748,820
2.
United Kingdom
22,261,080
3.
Turkey
14,215,880
4.
France
13,396,760
5.
Canada
13,228,380
6.
Italy
12,581,060
7.
Indonesia
11,759,980
8.
Spain
7,313,160
9.
Australia
7,176,640
10.
Philippines
6,991,040

10 Fastest Growing Over Past Week ( Dec' 2009)

1.
Poland
12.46 %
137,900
2.
Thailand
10.96 %
161,300
3.
Portugal
9.81 %
80,040
4.
South Africa
9.25 %
189,080
5.
Taiwan
7.82 %
367,400
6.
Romania
7.65 %
28,060
7.
Germany
7.54 %
350,240
8.
Malaysia
7.43 %
236,840
9.
Indonesia
6.84 %
752,640
10.
Iraq
6.72 %
6,380

Facebook memang telah menyentuh seluruh peri kehidupan manusia jaman sekarang, membikin semuanya kecanduan. Bahkan saking addictnya... ada pasangan yang tengah melangsungkan prosesi pernikahan di depan pendetanya begitu teganya meminta waktu ( time out )sebentar untuk memperbarui Status Facebooknya... Hahahaha bener-bener sudah kecanduan facebook...!!

Silahkan simak Videonya berikut ini :



Read More..

08 December 2009

FACEBOOK LOGIN DAN GOOGLE SEARCH ENGINE


Mohon maaf jika di blog saya ini ada perubahan tema tulisan, akhir-akhir ini saya sedang seneng mengamati perilaku manusia, terutama di internet! Hahaha.. unik! kadang-kadang bikin kita tersenyum.

Tanpa sengaja saya menemukan satu fenomena unik dari perilaku orang dalam mengakses halaman web. Seperti yang saya sinyalir di postingan saya sebelum ini ( Perbedaan Google.com dengan Google.co.id ) bahwa para pemakai internet saat ini memang dimanja dan sudah sangat tergantung ( lebih tepatnya menggantungkan diri ) kepada Google Search Engine. Pengguna internet sepertinya lebih nyaman kalo mengakses halaman tertentu yang ingin ditujunya dari mesin pencari Google, daripada mengingat alamat dan mengetiknya sendiri pada Address Bar, atau bahkan membuat Bookmarknya. Mungkin dirasakan lebih simple, tanpa harus bertele-tele, tinggal masukkan penggalan keywordnya di Google maka sekian ribu bahkan juta tautan (link) terhampar di layar monitor. Tinggal pilih salah satu yang cocok dan klik… lajulah ke tujuan!
Kalo saya sendiri, lebih seneng pake bookmark atau pakai cache yang terekam oleh aplikasi browser kita untuk menuju situs yang sering kita akses.. alias one click langsung bablas ke tujuan! Kalo pake Google Search Engine dulu khan berarti harus melakukan dua langkah (klik).

So, apa hubungannya antara Google dengan Facebook Login? Menurut pengamatan saya, ternyata orang lebih suka mengakses halaman untuk login ke Facebook itu dengan mengetikkan kata FACEBOOK LOGIN di Google Search Engine! Aneh khan? Kenapa tidak dibookmark saja? Atau kalau komputernya milik sendiri (yang tidak diinstal aplikasi semacam Deep Freeze) pada Address Bar selalu ditampilkan rekaman halaman yang sering diakses, yang ketika diklik panah drop downnya akan memunculkan list halaman-halaman yang sering diakses?



Atau kalo di warnet umpamanya, bukankah lebih cepat dengan mengetik kata “facebook” lalu pencet Ctrl+Enter? Hahahaha…. Tapi itulah manusia, macam-macam selera dan pola pikirnya.

Buktinya ketika saya mencoba mengamati keywordfacebook” di Google Insight, baik international maupun nasional, menurut om-om Google pasangannya yang paling banyak dicari dalam seminggu ini adalah keyword “login”


Trend pencarian dengan keyword "facebook login" di kawasan Indonesia


Trend pencarian dengan keyword "facebook login" secara global.


Trend harian pencarian dengan keyword "facebook login" juga ampuh jumlahnya!

Artinya banyak orang suka ngetik di form pencarian Google dari pada langsung di Address bar. Dalam hal ini mungkin pihak Google harus berterima kasih kepada pihak pengembang browser Mozilla Firefox yang telah menempatkan Pencarian Google sebagai halaman pembuka browser tersebut, sehingga para penikmat Firefox seakan mendapatkan one stop services, alias gak nengok Search Engine Yahoo atau Bing yang lain dan gak perlu ngetik di address bar lagi..hahahaha...!

Pertanyaannya, kawan-kawan menggunakan cara apakah untuk mengakses halaman login ke Facebook?


Read More..

04 December 2009

Perbedaan Google.com dengan Google.co.id


Budaya berinternet setiap detik mengalami perubahan, sangat progressif dalam menyesuaikan dengan perkembangan teknologi hardware dan software yang menjadi pendukung aktifitas berinternet.
Contohnya, jika pada awal-awal dalam berinternet seseorang dituntut untuk menghafalkan alamat-alamat situs yang akan dikunjunginya, maka dengan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini seseorang tidak harus menghafal alamat apapun... karena kehadiran search engine seperti google, yahoo, bing dan lain-lain.
Para pemakai internet semakin dimanja, karena dengan adanya search engine yang tersedia kapan saja dan di mana saja, yang mereka butuhkan hanya keyword-keyword saja. Dan search engine pun semakin ditingkatkan kemampuannya dari waktu ke waktu, sehingga dapat mencatat dan mendata keyword yang sering dipakai dengan tujuan agar memudahkan para pengguna Search Engine tersebut. Secara tidak langsung merekam segala trend budaya atau kebiasaan para pemakainya dalam mencari informasi di internet.

Berikut ini hasil pengamatan kecil saya terhadap perbedaan pemakaian keyword antara Google.com (Google US/Internasional) dengan Google.co.id (Google Indonesia).

Ketika saya pake keyword yang sama pada Google.com dan Google.co.id, maka ketahuan perbedaan budaya itu...!!




keyword "3gp" versi Google US/Internasional




keyword "3gp" versi Google Indonesia




keyword "foto" versi Google US/Internasional




keyword "foto" versi Google Indonesia



 
keyword "video" versi Google US/Internasional




keyword "video" versi Google Indonesia


Apapun hasilnya dan  komentar anda, faktanya memang begitu.... hahahaha.....

Read More..

25 November 2009

November Rain


Sembari mematut angan, ku pandangi rinai hujan yang asyik menyiram tanah merah menjadi genangan-genangan kerinduan. Daun-daun akasia terayun basah, ada seikat kabut rindu tengah mengapung di genangan pedih bathin yang nelangsa. Jalan ini kepalang panjang membentang, hingga sebuah lambaian tangan pun tak akan lagi nampak, walau di ujung mimpi sekali pun. Jarak nisbi itu memaksa pisah…. Memasang selembar hijab antara.

Mencoba bangkit bertahan di kaki-kaki yang gemetar, menuju asal sinar temaram kecil di sudut dinding waktu. Yaa... sinar yang hanya temaram dan kebat-kebit seperti pengharapan pada hidup yang sampai detik ini tak pernah menyisakan kepastian. Musim ini menggigil pekat seakan tidak pernah mengijinkan sinar matahari barang sejenak sambang ke ruang rasa. Dejavu … seakan segala peristiwa terulang-ulang dalam remang gelap yang dingin menusuk-nusuk kenyataan ini. Semoga di sana masih ada cahaya…..

Ngelangut… Masih saja kosong memandangi rinai hujan Nopember, kilatan halilintar yang sesekali itu tak memudarkan pengembaraan menjelajahi negeri khayal, dalam duduk terpekur ada langkah-langkah yang begitu gegas, serasa melesat ke puncak kulminasi rekaan, lalu … menukik ke dasar harapan. Dan aaah.! Ada yang terlempar..! Seonggok bangkai harapan tiba-tiba saja terpuruk di bawah jendela kaca yang tembus masa depan namun terkunci rapat itu. Wolo-wolo kuwato…. Kadang-kadang ikhlas ternyata harus diawali dari keterpaksaan, dari belajar mereguk rasa pahit… Lalu mengadaptasi kegetiran menjadi sesuatu yang lumrah tanpa rasa. Atau jika mau bisa “dipaksakan” menjadi terasa manis semanis anggur syurgawi.

Andai saja mampu membingkai tagihan-tagihan lahiriah itu menjadi sesuatu yang lebih santun, pasti akan lahir legawa untuk segera pulang menumpang di gerbong kereta nasib atau takdir sekalipun. Andai saja penghambaan ini tidak terus-menerus berkedok kemunafikan yang hanya banyak menabur harap, kemudian andai saja yang ada hanya lafal dan rasa memuja kepada sang kekasih, pasti langkah kaki akan ringan seperti kapas kering ditiup angin. Aaah…! Rinai hujan belumlah reda sedikitpun… ritmenya seperti tembang-tembang pujian yang mengalun dari pusat-pusat alam naluri. Andai saja langkah-langkah kaki tidak tersaruk juluran-juluran ego dan mampu menapak jujur.. alangkah nikmatnya menari ditingkahi ritme suara air hujan Nopember ini.

Di luar parit-parit upaya sudah sepenuhnya meluap, menghempas segala obyek eksistensi. Semua bahkan menjadi pucat pasi dan hanya tinggal menggantungkan parameter pada seutas garis tipis bernama moralitas. Luberan badai-badai kecil rekaan jiwa dahaga, selalu mengotori fatwa bijak yang tersaji di cawan-cawan kearifan disepanjang pagar akhlak. Semoga tidak menjelma sebagai kumpulan badai yang menjadi cikal bakal prahara. Prahara yang kontribusinya memalingkan dan mengubah arah nafas jiwa yang tenang jauh dari sarang hakiki.

Sembari mematut angan, dan masih duduk di serambi diri dengan berselimut dingin yang membeku. Sepercik bara yang tersisa masih terlindung dari rengkuhan basahnya air…. Kehangatan yang tidak lagi dapat dirasakan namun harus tetap ada dan menyala. Biarlah rinai hujan memaksa ekspresi diri itu terjebak di ruang persegi yang sempit dan pengap, asalkan dalam pejaman mata sekalipun bathinku dapat menari menyongsong sinar.

Read More..