01 October 2009

Bela Negara

Ditulis untuk berpartisipasi dalam : Brain storming-Bela Negara yang diselenggarakan oleh Pakde Cholik.

“Sadumuk bathuk, sanyari bumi, den lakoni taker pati, pecahing dada wutahing ludira”


Kutipan di atas menggambarkan semangat patriotisme dalam membela kepentingan bangsa dan Negara. Bagi seorang prajurit quote di atas adalah gampang dicerna pemahamannya, bahkan mungkin telah menjadi sebuah doktrin yang mendarah daging.
Lalu dalam masa krisis ancaman dari luar maka pemahaman “Sadumuk bathuk, ….” menjadi mudah dimengerti, bahwasanya setiap individu baik militer maupun non militer adalah wajib membela Kedaulatan Wilayah, Harkat dan Martabat bangsanya dengan jaminan nyawa ( dilakoni taker pati, pecahing dada wutahing ludira.). Right or wrong my country.

Jika implementasinya bukan pada masa-masa krisis militer yang mengancam integritas bangsa mungkin pemahaman “Sadumuk bathuk, ….” ini perlu diterjemahkan lebih detil. Khususnya pada masa aman sentosa umpamanya, apakah sikap dan jiwa patriotisme harus dikendorkan? Tentunya tidak bukan? Tetapi disalurkan kedalam bidang-bidang pengabdian lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing…. Memberi sumbangsih agar Kedaulatan Wilayah, Harkat dan Martabat Bangsa tetap tegak berdiri.


Lebih-lebih di masa-masa krisis bencana yang akhir-akhir ini sering menyambangi kehidupan bangsa ini. Mulai dari tsunami Aceh, lumpur Lapindo, gempa Jogjakarta, gempa Tasikmalaya dan terakhir pada tanggal 30 September 2009 kemarin gempa 7,6 skala richter di Sumatera Barat. “Sadumuk bathuk, ….” Patriotisme bela Bangsa dan Negara tetap harus berkobar dan diwujudkan dalam sikap dan semangat senasib sepenanggungan dengan menggalang kerja sama penanganan bencana secara bersama-sama antara pemerintah, aparat keamanan, tim SAR, masyarakat luas. Yang dekat dengan lokasi bencana dan mampu maka mereka akan menyumbangkan tenaga maupun hartanya. Yang secara geografis jauh dari lokasi bencana maka bisa lewat pikiran atau hartanya.

Ke depan ketika suasana mulai aman lagi.. mungkin “Sadumuk bathuk, …..” mungkin salah satunya harus berupa semangat dan kemauan yang keras dari seluruh komponen bangsa ini untuk belajar dan memperdalam ILMU TENTANG BENCANA karena kondisi geografis negeri ini memang berada di tempat yang rawan bencana, antara lain berada di atas sabuk vulkanik, berada di pertemuan lempeng benua, negara kepulauan, luasnya hutan agraris yang rutin terbakar….. dan masih banyak lagi potensi bencana yang senantiasa mengancam. “Sadumuk bathuk, …..” Alangkah bijaksananya jika pemerintah mulai memikirkan disiplin ILMU TENTANG BENCANA …umpamanya. Mulai dari bagaimana caranya mendeteksi dan mengantisipasi bencana alam, upaya preventif, dan penanganan korban bencana. Karena dipelajari secara mendalam atau tidak, jika sewaktu-waktu terjadi bencana toh kita sendiri yang merasakan, kenapa tidak diseriusi sekalian menjadi bidang ilmu baru. Yang pada gilirannya dapat meminimalkan dampak bencana alam terhadap kehidupan bangsa.

Semoga semangat Patriotisme Bela Negara di dada masing-masing anak bangsa bisa menjadi menyulut-hidupkan rasa kebersamaan sesama anak bangsa, senasib dan sepenanggungan demi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

note : gambar diambil dari sini

26 komentarmu:

Pradna said...

toss...
apalagi cuma buat sekedar pesta-pesti seremoni

Pradna said...

blaik, pertamax! (njoget pisang)

ciwir said...

semoga bukan ILUSI..

nurrahman said...

ayo buktikan aksi bela negara dalam sebuah aksi riil yang nyata ^_^

senoaji said...

dan tulisan diatas adalah salah satu wujud kecil dari bela negara...

cobo nek bela sapira wis tak bela-belain bela-i-bela-i dia

wekek wekek wekek!

omagus said...

wah keknya nomer siji nih..!

Qori said...

untuk sementara bela negaranya didunia maya dulu, hihi...

turut berduka buat korban gempa...

Ndoro Seten said...

yo sebatas sesuai dengan kemampuan dan posisi masing-masing memang hukume wajib bela sesama....ya to?

mel said...

Merdeka,,,,,,
Indonesia ga ada wajib militer yah,,,,Kalao ada mungkin bakalan seru kali

online online said...

Membela kalau yang mampu..kalo ga mampu,,cukup berdoa saja,hehhee

ajengkol said...

yang penting semangat yah . . ayo kita melakukan hal kecil dari diri sendiri

Linda Belle said...

turut berdukua utk korban gempa
ayo kita bantu mrk walopun kecil tp tetap berharga
dan keknya udh perlu deh ada pengenalan ttg bencana,udh telat bgt tp yg penting utk ke dpnnya bisa ditanggulangi

marsudiyanto said...

Semoga menang undian...

NURA said...

salam sobat
setujuuuuu dengan bela negara sobat..
harus berkobar penuh semangat membela negara tanpa pamrih.

salam kenal dari NURA

suryaden said...

negara seharusnya bukanlah antara aku dan kamu... :D

TRIMATRA said...

melestarikan budaya bangsa salah satu wujud bela negara, iya kan

@ makasih atas kunjungannya

achmad sholeh said...

Berprestasi di bidang yang kita geluti saat ini adalah salah satu bentuk bela negara

Seno said...

"Membela negara harus ikhlas" ungkap salah satu orator dalam berkampanye. Tapi prakteknya, semua dilakukan penuh dengan kepentingan "politik" untuk golongannya.

Tentang maskapai dalam negeri yang gila, sampai menaikkan harga tiket jadi selangit itu memang benar, mereka tidak punya nurani.

dasir said...

Trims ya kunjungannya..moga menang ya..amin
...maaf kang ya, dasir mau nitip ini...BELA NEGARA ALA LANSIA terima kasih,,salam hangat..

KangBoed said...

“Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
Dahulu datang putih suci bersih
Mudah mudahan kembali suci putih bersih

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

KangBoed said...

LINK sudah di ADDS.. makasih ya mas..
salam sayang

LuxsMan Kumara said...

selamat berjuang

ernut said...

...apalagi dalam suasana negari yang terus berkabung ini....

galuharya said...

ternyata aku durung koment nang kene (doh)

sudah bukan hal rahasia lagi jika pasca bencana,selalu bantuan datang terlambat

doh,mudah2 an kalkulasi biaya 1M lebih untuk pelantikan presiden bisa di minimalisir dan lebih baik digunakan untuk bantuan pasca bencana di sumbar

Blog Sersan said...

mampaknya kita harus koreksi diri bukan saling menyalahkan. birokrasi........................

Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang said...

hayo bela negara dengan membantu sodara-sodara kita yang sedang kesusahan

Post a Comment

Yuk jadikan komentar sbg sarana untuk saling menyapa.