Showing posts with label Sharing. Show all posts
Showing posts with label Sharing. Show all posts

06 September 2010

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Standar ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri adalah:
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Taqobalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Tak ada salahnya berinovasi dengan ucapan Selamat Lebaran tersebut, dan tanpa sengaja kemarin menemukan koleksi ucapan-ucapan selamat berikut ini di situs internal webserver di lingkungan kantorku. Karena saya rasa ada manfaatnya bagi yang membutuhkannya, maka saya copas dan share di sini.

Ucapan lebaran 1
Selamat Hari Raya Idul Fitri,
Semoga kita dapat menemukan jati diri
Memperoleh ampunan dan ridho Illahi
Dan kelak mendapat kenikmatan surgawi

Read More..

23 October 2009

Dressed For Success


Pergulatan panjang mahluk kecil bernama manusia. Terjebak di kungkungan waktu dan pontang-panting mencoba menterjemahkan keinginan Tuhan.
Serumit inikah yang dikehendaki-Nya?

Sebegitu terlenanya mata mereka tersilaukan oleh alam kebendaan, seperti kesurupan, sekuat tenaga mencoba mengkompresi segala hal ke dalam bingkai waktu yang dianggapnya terbatasi oleh kapasitas… 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan seterusnya.

Sukses menjadi sebuah kata yang susah diterjemahkan apalagi untuk diraih. Terlalu banyak parameter yang disyaratkan untuk sebuah kata “sukses” yang telah dipaksa-mati untuk berhadapan dengan lajur waktu yang ada. Fasilitas, Kemewahan, Jabatan, Kekuasaan, dan Kekayaan formally diberi emblem dengan tulisan “TARGET” tampil manis di belakang podium pemikiran manusia, menjelma menjadi sukma baru untuk kata “sukses”.

Radiasi budaya itu sudah menyebar sampai ranah pola pikir independent jamaah manusia, berbaur dengan denyut darah dan keluar masuk bersama oksigen. Sebut saja para pakar kata “Sukses” yang ke sana sini dengan bayaran tinggi meniupkan definisi sukses sebagai timbunan materi dan tebaran kemudahan. Toh orang berduyun-duyun dan mau membayar mahal juga hanya untuk mendengarkan definisi kata “sukses”. Serumit itukah arti “sukses”? Lalu orang-orang itupun pulang dengan kantong penuh cerita, semangatnya tumbuh .. ingin sukses seperti yang diilustrasikan sang pakar… karena mereka saat ini merasa belum sukses!

Mari kita cerna kata sukses itu dari bumi keseharian kita sendiri yang sederhana,
kemudian jawablah sejujurnya pertanyaan “Apakah anda sukses hari ini?” Kalau anda merasa sebagai pecundang dan belum pernah merasa sukses, coba letakkan dulu rumus sukses yang sudah sekian lama digendong kesana kemari.

Perhatikan baik-baik… definisi sukses bisa juga berarti sangat sederhana karena percaya atau tidak Keberadaan anda menjadi penduduk dunia ini adalah sebuah SUKSES.

Anda adalah pemenang dalam kompetisi jutaan sperma yang berebut untuk membuahi 1 ovum. Sukses pertama Anda!
Kemudian fasilitas anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua...
Ketika otak dan pemikiran dijejali dengan segala tetek bengek kurikulum formal sekolah, kemudian diberi stempel S1 dan sebagainya, ketahuilah di luar sana ada beribu saudara kita yang tidak mampu membeli kurikulum itu - tidak mampu bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga...
Ketika waktu Anda diakui dan bayar oleh perusahaan atau instansi, atau mungkin hasil karya anda diakui dan laku dijual di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat...
Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat diluar sana saudara kita hampir mati kelaparan karena miskin, itulah kesuksesan Anda yang kelima...

Ketika anda membaca tulisan ini … sadarilah itu juga sebagaian dari sukses anda. Diluar sana masih banyak yang belum ngeh dangan computer, apalagi ngeblog, monetizing dan lain-lain.

Sukses terjadi setiap hari, bernapas dengan gratis dan lancar hari ini … alhamdulillah
Namun Anda tidak pernah menyadarinya…. Sukses bangun dari tidur setiap hari adalah istimewa..!! Bayangkan jika anda tidur dan tidak sukses bangun…. Hahahaha… atau ketika bangun ternyata mata anda tidak sukses melihat, atau mungkin telinga anda yang tidak sukses mendengar.

Syukurilah… Tanamkan dalam diri bahwa anda adalah sang pemenang yang sukses setiap hari…., niscaya akan tumbuh rasa syukur yang melimpah.

Ups! so patronize..!! Bukan itu maksudku, saya anggap inilah bentuk saling hamat-menghamati, getok tular, ingat mengingatkan… dan sharing.

Sukses ternyata bukan hanya gelimang harta dan kemewahan…
Tuhan sebetulnya hanya menempatkan makhluk sukses saja di muka bumi ini…
There are no losers in this world..!!

Sukses sejati adalah ketika anda bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan
kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Anda juga termasuk orang sukses ketika anda dapat menghargai kehadiran dan keberadaan sahabat, saudara, kawan dan keluarga anda sendiri. Sayangilah dan berikanlah kepada anak dan istri anda cinta yang anda punyai sepenuhnya, setiap hari! Selagi masih punya waktu, selagi masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal dan dipaksa untuk berpisah dengan orang-orang tercinta itu, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,

LIFE is so SHORT.


Dressed For Success
by. Roxette

Tried to make it little by little, tried to make it bit by bit on my own.
Quit the job, the grey believers, another town where I get close to the bone.

Whatcha gonna tell your brother? - oh oh oh
whatcha gonna tell your father? - I don't know!
whatcha gonna tell your mother? - let me go...

I'm gonna get dressed for success
shaping me up for the big time, baby.

Get dressed for success
Shaping it up for your love yea yea yea.


I'm not afraid, a trembling flower, I'll feed your heart and blow the dust from your eyes
And in the dark things happen faster. I love the way you sway your hips next to mine.


Whatcha gonna tell your brother? - oh oh oh
whatcha gonna tell your father? - I don't know!
whatcha gonna tell your mother? - let me go...


I'm gonna get dressed for success, hitting a spot for the big time, baby.
Get dressed for success shaping it up for your love. look sharp!



Read More..

08 October 2009

Never Ending Nightmare


Perasaan mencekam itu masih selalu mengilikithik ujung-ujung kedamaian kami. Betapa rapuh dan ringkih iman kami ketika harus berhadapan dengan gemeretak bencana yang sekonyong-konyong memporak-porandakan pulas nafas hidup kami. Rasa takut itu sesungguhnya sampai menyentuh ke ujung rambut sekalipun… tumpukan reruntuhan gedung itu begitu mencekam memompa trauma kami, mengingatkan saat-saat kami kocar-kacir diayun-ayun petaka ... Mayat-mayat saudara kami yang tertimbun itu gaung-jeritannya begitu membekas diingatan kami, berulang-ulang merontokkan nyali.
Potensi gempa yang lebih besar masih ada!” sontak menggelontor ke permukaan , semua media mewartakannya. Ketakutan dan shock ini belum lagi reda…. Derita nestapa belum lagi beranjak .. Ketidak-jelasan papan dan pangan kami belum ada titik terang, kembali luka lahir bathin ini diremas-remas ketakutan dan dihempas oleh kenangan mengerikan. Masih akankah terulang ?? Mereka bilang “Adalah sebuah Keniscayaan!”
Lemas seluruh sendi kami walau hanya mendengarnya…. Akan kemanakah kami harus berlindung ?
Seumur-umur belum pernah kami disadarkan bahwa “Kita hidup diatas pertemuan 2 lempeng benua. Bahwa kita hidup diatas pita vulkanik ….dll” Pun belum pernah kami diajari secara formal cara-cara mengatasi, mengevakuasi, atau mengenali tanda-tanda awal bencana bakal terjadi, semua diam… semua tidak peduli dengan nasib bangsa ini ketika harus berhadapan dengan bencana alam. Setelah korban bergelimpangan baru kegegeran bermula…kehebohan dimana-mana… semua gugup.. persediaan rangsum menipis… peralatan yang ada tidak memadai.. Belum adakah kurikulum yang bisa membimbing kami menjadi manusia-manusia yang siap (at least) jika terjadi bencana sewaktu-waktu?
Bencana alam tetaplah bencana yang kehadirannya tidak dinyana-nyana…. Maka ajarkanlah kepada kami cara membangun peradaban dengan konstruksi yang aman dan resisten terhadap bencana, ajarkanlah ke setiap diri kami cara Penanganan dini korban bencana, sediakanlah selalu posko-posko di daerah rawan bencana itu alat-alat yang memadai dan TEPAT GUNA…. Sehingga kami tidak perlu berlama-lama menunggu datangnya bantuan alat dari jauuuuh sana… sedangkan saudara-saudara kami yang terjebak keburu menghembuskan nafas terakhir bahkan bukan karena bencananya… tetapi karena penanganan yang lambat, keliru, bahkan tidak terjangkau oleh alat-alat yang ada.

Bencana tetaplah bencana, dan itu diluar kemampuan manusia… kami tidak berusaha menyalahkan siapapun. Mungkin ini nasib kami… Dianugerahi syurga yang indah, kaya dan subur, namun berada di atas tatanan yang labil dan selalu dinamis di dalam perut bumi sana. Namun setidaknya semua komponen bangsa ini menyadari jika bencana ini bisa terjadi sewaktu-waktu, maka ajarkanlah kepada kami semua, secara komprehensif cara-cara mengidentifikasi, menghindari dan menangani dampak bencana tersebut. Sediakanlah di dekat-dekat kami peralatan yang senantiasa Tepat Guna bila diperlukan untuk mengevakuasi korban bencana. Ajarkanlah sampai ke lapisan paling bawah dalam tatanan masyarakat bangsa ini. Biar kami menjadi warga yang sadar bencana…. Biar kami tidak bodoh.. yang senantiasa kebingungan dan panik ketika berhadapan dengan gelegak bencana.

Sehingga Ketakutan ini tidak menjadi sesuatu yang tidak berkesudahan. Never Ending Nightmare

Read More..

18 May 2009

Terima Kasih Kawan

Sesekali memunguti kerikil berserakkan
disepanjang perjalanan
Kubuang prasangka apapun..! Lalu kutebar laksana benih asa.
Tinggal keyakinanku.. tumbuhlah bersama sang Surya.

Jalinan kebersamaan tumbuhnya di ladang rasa
Tanpa penerimaan maka suatu kesia-siaan belaka


Kawan,
kebersamaan ini mengajari kita tentang satu makna : Berbagi
Tentang Nilai, penghargaan, hormat, penghiburan, dan pembelajaran.


Sesungguhnyalah kesadaranku utuh...
Seperti Nikmatnya secangkir kopi..lalu lesap.hilang
Aku bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa


Tak kurang tak lebih
Hanya manusia biasa yang rindu akan jalinan tali silaturahmi.
Maka maafkanlah jika, celoteh dan komentarku
Mengusik pribadi dan perasaan kalian... siapapun.

Tak kurang tak lebih
hanya orang biasa yang lebih banyak salah.


Ah sudahlah! Malah sok culun hehehe... Perasaan koq mellow banget kali ini..??
Sekalian ngerjain PR dari denmas Bawor.
(Hih..! Padahal paling alergi kalo disuruh photo.!)

Read More..