Showing posts with label bela sungkawa. Show all posts
Showing posts with label bela sungkawa. Show all posts

08 October 2009

Never Ending Nightmare


Perasaan mencekam itu masih selalu mengilikithik ujung-ujung kedamaian kami. Betapa rapuh dan ringkih iman kami ketika harus berhadapan dengan gemeretak bencana yang sekonyong-konyong memporak-porandakan pulas nafas hidup kami. Rasa takut itu sesungguhnya sampai menyentuh ke ujung rambut sekalipun… tumpukan reruntuhan gedung itu begitu mencekam memompa trauma kami, mengingatkan saat-saat kami kocar-kacir diayun-ayun petaka ... Mayat-mayat saudara kami yang tertimbun itu gaung-jeritannya begitu membekas diingatan kami, berulang-ulang merontokkan nyali.
Potensi gempa yang lebih besar masih ada!” sontak menggelontor ke permukaan , semua media mewartakannya. Ketakutan dan shock ini belum lagi reda…. Derita nestapa belum lagi beranjak .. Ketidak-jelasan papan dan pangan kami belum ada titik terang, kembali luka lahir bathin ini diremas-remas ketakutan dan dihempas oleh kenangan mengerikan. Masih akankah terulang ?? Mereka bilang “Adalah sebuah Keniscayaan!”
Lemas seluruh sendi kami walau hanya mendengarnya…. Akan kemanakah kami harus berlindung ?
Seumur-umur belum pernah kami disadarkan bahwa “Kita hidup diatas pertemuan 2 lempeng benua. Bahwa kita hidup diatas pita vulkanik ….dll” Pun belum pernah kami diajari secara formal cara-cara mengatasi, mengevakuasi, atau mengenali tanda-tanda awal bencana bakal terjadi, semua diam… semua tidak peduli dengan nasib bangsa ini ketika harus berhadapan dengan bencana alam. Setelah korban bergelimpangan baru kegegeran bermula…kehebohan dimana-mana… semua gugup.. persediaan rangsum menipis… peralatan yang ada tidak memadai.. Belum adakah kurikulum yang bisa membimbing kami menjadi manusia-manusia yang siap (at least) jika terjadi bencana sewaktu-waktu?
Bencana alam tetaplah bencana yang kehadirannya tidak dinyana-nyana…. Maka ajarkanlah kepada kami cara membangun peradaban dengan konstruksi yang aman dan resisten terhadap bencana, ajarkanlah ke setiap diri kami cara Penanganan dini korban bencana, sediakanlah selalu posko-posko di daerah rawan bencana itu alat-alat yang memadai dan TEPAT GUNA…. Sehingga kami tidak perlu berlama-lama menunggu datangnya bantuan alat dari jauuuuh sana… sedangkan saudara-saudara kami yang terjebak keburu menghembuskan nafas terakhir bahkan bukan karena bencananya… tetapi karena penanganan yang lambat, keliru, bahkan tidak terjangkau oleh alat-alat yang ada.

Bencana tetaplah bencana, dan itu diluar kemampuan manusia… kami tidak berusaha menyalahkan siapapun. Mungkin ini nasib kami… Dianugerahi syurga yang indah, kaya dan subur, namun berada di atas tatanan yang labil dan selalu dinamis di dalam perut bumi sana. Namun setidaknya semua komponen bangsa ini menyadari jika bencana ini bisa terjadi sewaktu-waktu, maka ajarkanlah kepada kami semua, secara komprehensif cara-cara mengidentifikasi, menghindari dan menangani dampak bencana tersebut. Sediakanlah di dekat-dekat kami peralatan yang senantiasa Tepat Guna bila diperlukan untuk mengevakuasi korban bencana. Ajarkanlah sampai ke lapisan paling bawah dalam tatanan masyarakat bangsa ini. Biar kami menjadi warga yang sadar bencana…. Biar kami tidak bodoh.. yang senantiasa kebingungan dan panik ketika berhadapan dengan gelegak bencana.

Sehingga Ketakutan ini tidak menjadi sesuatu yang tidak berkesudahan. Never Ending Nightmare

Read More..

17 January 2009

Berita Duka


Innalillaahi Wa innaillaihi roji'un. Telah meninggal dunia dengan tenang Bpk. Tohari Jayadi (Ayahanda Kang Dede), hari ini 18 Januari 2009 pukul 04.30 WIB.



Kami sekeluarga turut berduka cita atas musibah ini. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan segala dosanya diampuni Allah SWT. Amin.



Read More..