06 June 2010

Download Video Luna Maya

Link Download Video Luna Maya.

Link dengan keyword seperti di atas ternyata sedang menguasai jagat internet negeri ini. Berita di televisi maupun di koran menjadi salah satu pemicu akselerasi penambahan permintaan akan keyword tersebut. Berita-berita beredarnya video mesum (yang katanya) Luna Maya dengan Ariel Peter, dengan sendirinya akan menggiring orang untuk mencarinya di internet. 

Sifat dasar manusia memang selalu penasaran ingin tahu, atau selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan hal itu bagi sebagian orang yang pandai membaca situasi akan diterjemahkan sebagi PELUANG. Peluang apa pun dari peluang bisnis sampai peluang SEO. Google Corporation bisa menjadi sangat besar karena berbisnis dilayanan yang menjembatani rasa keingintahuan manusia.

Seseorang yang entah iseng atau tidak memproduksi adegan mesumnya sendiri terdorong oleh banyak alasan. Dari yang sengaja ingin terkenal, bahkan mungkin memang terencana dengan baik dan profesional. Semua itu ingin memanfaatkan rasa keingintahuan dan sifat penasaran manusia. Jangankan bintang sekelas Luna Maya dan Ariel Peter Pan, lha wong video porno dan mesum sekelas anak-anak SMU yang masih ingusan itu juga diburu... hahaha. Andai saja ada Video Mesum Penjual Jamu, atau Video Porno Tukang Ojek, atau Video Mesum Pejabat, atau siapa pun... segala hal yang menyangkut esek-esek tetap saja menjadi buruan orang-orang mupeng

Sifat dasar dan liar manusia emang gitu, poaling senang kalo nonton aib orang lain! Hebatnya jaman sekarang sebagian orang senang dan bangga jika bisa mempertontonkan aib dirinya sendiri, dan itu sangat applicable jaman sekarang karena teknologi bisa membuat segala sesuatu termasuk aib, atau kemesuman bisa direkam, disimpan dan disiarkan ulang.

Kembali ke laaaaaaap top!!

Sangat masuk akal jika trend pencarian akhir-akhir ini di dominasi oleh keyword-keyword : Link, Download, Video, Hot, Mesum, Luna Maya, Ariel dan satu lagi Tatto Kupu-kupu di Pinggang Kiri Luna Maya !! Hahahaha... jadi penasaran pingin lihat kupu-kupunya, ssst... kupu-kupunya doang lho.... 

Saya ndak tahu apakah benar  video yang katanya berdurasi 9 menit dan 3 menit itu benar-benar ada, atau jika benar-benar ada, apakah pemerannya benar-benar Luna Maya dan Ariel atau bukan. Silahkan cari sendiri dan buktikan sendiri.

Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah
Read More..

12 May 2010

Stare At The Star

Sumpah mati … ketika menyadari kilauan eksistensimu, seketika aku rata terpuruk dalam keterpesonaan. Pesona yang menelikungku dalam takjub yang takkan pernah terbandingkan oleh apa pun. Rasa-rasanya ribuan madah pujian yang pernah kulantunkan itu belum mampu mewakili sketsa wujudmu seujung kuku pun….

Aah… aku menggigil terlena, dan betapaku ingin tetap terlena di setiap kesempatan yang terselip di tarikan dan hembusan nafas ini.
Read More..

18 April 2010

Hypocrisy Outbreak

Mengikuti aliran keselarasan ternyata tak selalunya mengalun mulus untuk sampai ke muara, kadang terantuk tebing egoisme, kadang terjebak di pusaran keinginan diri, kadang terbelit kusutnya akar-akar naluri - tanpa kompromi. But life must goes on! Tidak ada satu pun yang berhenti dan tertinggal oleh waktu, semua bergerak menuju nanti.. besok… lusa… kelak… masa depan. Tak ada yang berhenti dan tercecer, bahkan kematian pun tak mampu menghentikannya karena kematian 'katanya' bukan akhir dari segalanya. Karepmu lah...

Atau mungkin malah salah semua?! Mungkin eksistensi ini tidak bergerak sama sekali?! Entahlah… aku bukan pemikir yang bisa menyimpulkan setiap eksistensi dan realitas menjadi rumus-rumus, menjadi ikhtisar-ikhtisar atau ayat-ayat. Aku hanya tengah mengapung dan hanyut di aliran keselarasan yang ternyata tidak segampang teori yang difatwakan oleh orang-orang yang merasa dirinya bebas merdeka dari belitan si penggoda yang bernama Masa Lalu dan Masa Depan.

Hypocrisy Outbreak! 
Beringsutlah sedikit, maka semua keselarasan itu akan terlihat lain! Seketika berubah menjadi wujud aslinya yang tidak lebih hanya gumpalan-gumpalan nafsu angkara dan gemuruh gelombang kemunafikan. Percayalah, yang kusangka harmoni kehidupan itu, ternyata aku tengah mengapung di atas samudera kemunafikkan manusia yang tak terukur potensinya! Tapi tenangkan diri sajalah.., toh hanya manusia yang bisa munafik, karena munafik lahir dari intelgensia, keserakahan, kepengecutan dan keculasan manusia sepanjang jaman. Apakah yang meneriaki orang lain munafik terbebas dari belitan kemunafikan? Kadarnya saja yang berbeda-beda! Rambut sama hitamnya - hati orang siapa yang tahu?

Jujur saja jika tanpa tersilaukan oleh harapan dan digelayuti oleh kenangan, rasanya akan sangat melelahkan mengisi bilik waktu yang bernama Saat Ini. Tiada panduan praktis yang khusus untuk menakluknya, semua mengalir membentuk simpul-simpul hidup dan seketika mengering menjadi print out bernama takdir dan ketentuan. Sementara di bawah teriknya tuntutan hidup yang semakin telengas, dengan beringas orang berbondong-bondong mencari cara dan sandaran, mencari upaya agar bisa mempersunting sang Penggoda yang bernama Masa Depan. Semua cara dicoba untuk merubah takdirnya, walau harus dengan cara mengkerdilkan Hukum dan Kebenaran.  Menimbun syahwat materi dan keserakahan dibalik uniform. Mungkin orang-orang yang seperti ini tengah digelayuti kenangan ketika harus nyogok sekian puluh juta untuk bisa memakai baju seragam pegawai atau mungkin tengah disilaukan oleh harapan hidup mewah, toh kesempatannya selalu ada di tanda tangan dan di tinta stempelnya.

Pertanyaannya siapa yang bisa mengkerdilkan hukum?

Disappearance of Truth
Bicara tentang Hukum dan Kebenaran? Ah, sudahlah.., sudah dari generasi kemarin lusa mereka terkapar dan terinjak-injak oleh beberapa kali keributan antara sandal jepit dengan sepatu lars.  Kebenaran tidak ada lagi di kantor-kantor, di jalan-jalan, di pasar-pasar. Kebenaran sudah seperti siluman, bahkan di rumah peribadatan pun sudah kering dari sapaannya, karena suara-suara kebenaran yang didaur ulang itu terlalu menggema dan memantul kesana-kemari pada dinding-dinding kemunafikan, sehingga amatlah sulit untuk dicerna maksud dan redaksinya oleh drakula-drakula modern yang berseragam. Jangan berharap pesan-pesannya menyentuh sisi kemanusiaan mereka, jika rumus-rumus kebenaran itu menyembur keluar dari mulut-mulut manis berbau busuk, maka aroma kemunafikan dan tak tahu malu serasa memenuhi seluruh sudut langit.


Aku hanya mencoba bernafas dengan jujur mengikuti naluriku yang kadang mulai bosan menjilati angkasa, kucari sensasi-sensasi baru di tumpukan rongsokan jaman. Ku ikuti saja kemana pun badai melempar-lempar kesadaranku. Ku nikmati saja hantaman demi hantamannya, serata tanah warisan leluhur yang sering terancam penertiban. Aku hanya berharap simpati bagi kaumku, kaum akar rumput yang bersama-sama sering terinjak-injak.

Tidak ada yang tercecer dan stagnan, semua melaju bersama waktu, sementara hegemoni Kebenaran dan hukum-hukum sudah dikudeta dan kini moksa menjadikannya seperti siluman. Yang sekarang ada itu hanya gambaran saja yang bisa di pelintar-pelintir semau mereka.
Read More..

28 March 2010

Vicious Circle

Perubahan cuaca bergantian sepanjang jaman, namun akhir-akhir ini rotasi pergantiannya terasa ekstrim! Yang terjadi adalah geliat dan liukan-liukan perubahan yang menghentak rupanya. Sehingga goyangannya mampu memompa birahinya pori-pori negeri “Paling Beradab” dan mengusik daki-daki bangsa “Paling Berbudaya” yang selama ini sudah ngethel (lengket sekali) dan bulukan ( berjamur ) serta tiada tersentuh oleh panca indera rakyatnya, satu persatu rontok – walau pun belum semuanya.Mata-mata buas di balik safari itu memang sedang di ujung waktu, berhitung dengan kancing bajunya masing-masing.


Kleptokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan yang para pemimpinnya terdiri dari para “Pencuri”.
Kapan kleptokrat-kleptokrat punya malu? Entahlah…., hidup mewah di balik fasilitas, pesta pora di atas lenguhan dan keringat rakyat yang hidup kesehariannya sudah berat . Upeti rakyat (baca : pajak ) sudah seperti harta karun yang sebisa mungkin dibagi-bagi untuk kalangan terbatas. Harta, Kemewahan, Pangkat, Jabatan memang lebih memabukkan daripada psiko tropica apa pun. Moral dan etika hanya sebuah pakaian, sebuah kedok semata, yang menutupi liarnya “aji mumpung”. Ada yang berkelompok membentuk sindikasi yang rapi, ada yang “bermain” sendiri-sendiri, tujuannya sama menggerogoti lumbung padi rakyat.

Kleptokrasi (berasal dari bahasa Yunani : klepto yang berarti pencuri, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan) adalah istilah yang mengacu kepada sebuah bentuk administrasi publik yang mempergunakan uang yang berasal dari publik untuk memperkaya diri sendiri. ( sumber: Wikipedia )

Keputus-asaan demi keputus-asaan publik menghadapi para kleptokrat selama ini hanya menggantung di awang-awang. Seperti Lingkaran Setan, perkronian dan perkolusian sudah membelit sedemikian hebat . Tataran Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif semua terjangkiti epidemi ini, baik yang bersifat endemic maupun pandemic. Dengan bangganya mereka “telanjang” mempertontonkan hasil curiannya di depan public. Pagar makan tanaman mungkin istilah paling cocok untuk fenomena semacam ini, Lantas apa yang bisa diharapkan? Hukum? Hukum gampang dibeli di negeri ini, adanya profesi Makelar Kasus buktinya. Terus apa, UU? Peraturan? Logikanya masak tikus bikin jebakan dan perangkap untuk dirinya sendiri?

“Apabila partai pelopor, baik dibentuk oleh rakyat, tentara atau kaum ningrat, yang dianggap paling ulung dalam membela martabat dan kepentingan bangsa, sudah menjadi bobrok dan melakukan korupsi, maka kita hanya akan tinggal mengikuti lelucon badut mereka sambil mengusap-usap dada. Sebab, kejujuran dan kebajikan sudah terancam bahaya fatal” (Machiavelli dalam The Prince).

Yang lebih mengenaskan, para kleptokrat tersebut dalam hatinya tidak pernah tersentuh dan tidak pernah merasa jika dirinya adalah maling, dengan pongahnya menunjuk kesana-kemari untuk mencari “Kambing Hitam” dan ikut mencibir ketika ada rekan seprofesinya (sesama pencuri) tertangkap basah. Kemudian dengan hasil curiannya sibuk membangun “Pencitraan Diri” seperti Robin Hood. Pertanyaannya kapan mereka punya malu….?? Bukankah Pangkat dan Jabatan itu amanah?
Read More..