Keberangkatanmu yang terlalu pagi itu benar-benar menelantarkan sisi bathinku. Potongan-potongan pesan kosmis yang menerobos segala wujud ciptaan itu pun tak mampu merayumu untuk sejenak menunda keberangkatan itu. Padahal ingin sekali ku duduk di beranda berteman kopi kental, berbicara tentang kesejatian denganmu. Kereta waktu telah memaksakan jarak antara kita, jarak yang tak dapat diukur dengan skala duniawi apa pun.
Read More..
20 March 2010
12 March 2010
Self Confession
Telah melewati dua alam secara linier, terbang dari satu mimpi ke mimpi lainnya, terpuruk pada satu pengingatan ke pengingatan lainnya, ternyata semua itu belum mampu juga membuatku sepenuhnya memahami destinasi dan scenario sandiwara yang terkolaborasi harmonis antara inner dan outer ini.
Ku buka saja, jika wajah dan tingkah polah ini seolah berperangai mafhum dan berlagak tahu, sejujurnya rahasianya hanya ku sangkutkan di secarik pemahaman warisan yang ter-copas dari generasi ke generasi. Pemahaman yang kadang malah membuatku terasa jauh darimu, dan tersesat di padang tandus tanpa dedaunan rasa sama sekali. Please, peranku dalam sandiwara panjang ini jangan kau suruh aku memerankan sesosok laki-laki yang mendekatimu karena pamrih.
Gelisah ini begitu menggoda, mengusik.
Benarkah jika ku katakan gundah gulana ini sebagai rindu, sedang aku “merasa” bahwa kita belum pernah ketemuan? Atau karena perasaanku yang bebal. Entahlah, seperti ada yang merampok kepribadianku, dan itu kurasakan hanya saat aku melihat kilatan cahaya keberadaanmu. Selebihnya? Aku bisa seketika menjadi seorang pamong yang mengayomi. Seketika juga menjadi perompak yang culas. Seketika menjadi raja yang bijak. Seketika menjadi budak yang berontak. Dan semua itu ter-bundle dalam satu paket yang berjudul “keherananku”.
Ku tahu pintu menuju bilikmu cukup banyak, namun maaf aku tidak sedang bicara tentang dogma dan aturan.
Aku tengah membolak-balik lembar-lembar nuraniku sendiri yang tengah “mobat-mabit” dipermainkan oleh badai perasaan. Kucari daftar log pertemuanku denganmu, de facto tak kutemukan, namun interaksi meta-ku denganmu tanpa malu sering secara sepihak ku akui sebagai pencapaianku. Kupaksakan seolah engkau tengah mengalir di seluruh penjuru dinamika lahiriahku, mencumbui rusuk-rusuk kediamanku dan meremangkan seluruh bulu-bulu pasrahku. Aku pun tak pernah tahu apakah kita saling bersambut tangan, sama seperti ketidak-tahuanku "di mana engkau kini berada".
Aku tidak sedang menjilat mu, karena sesungguhnya pijakkan kaki-kaki yakinku hanyalah hamparan prasangka baik yang sering labil. Bagiku totalitas penerimaanku akan kerahasiaanmu adalah hakekat kedekatan kita. Pendulum rasaku sering mengaba akan kehadiranmu. Biarlah bukan norma-norma eksklusif itu yang mengantarku kepadamu, karena antaraku dan kerling cahayamu tidak terhalang apapun, kecuali pengakuanku akan mu.
Read More..
Ku buka saja, jika wajah dan tingkah polah ini seolah berperangai mafhum dan berlagak tahu, sejujurnya rahasianya hanya ku sangkutkan di secarik pemahaman warisan yang ter-copas dari generasi ke generasi. Pemahaman yang kadang malah membuatku terasa jauh darimu, dan tersesat di padang tandus tanpa dedaunan rasa sama sekali. Please, peranku dalam sandiwara panjang ini jangan kau suruh aku memerankan sesosok laki-laki yang mendekatimu karena pamrih.
Gelisah ini begitu menggoda, mengusik.
Benarkah jika ku katakan gundah gulana ini sebagai rindu, sedang aku “merasa” bahwa kita belum pernah ketemuan? Atau karena perasaanku yang bebal. Entahlah, seperti ada yang merampok kepribadianku, dan itu kurasakan hanya saat aku melihat kilatan cahaya keberadaanmu. Selebihnya? Aku bisa seketika menjadi seorang pamong yang mengayomi. Seketika juga menjadi perompak yang culas. Seketika menjadi raja yang bijak. Seketika menjadi budak yang berontak. Dan semua itu ter-bundle dalam satu paket yang berjudul “keherananku”.
Ku tahu pintu menuju bilikmu cukup banyak, namun maaf aku tidak sedang bicara tentang dogma dan aturan.
Aku tengah membolak-balik lembar-lembar nuraniku sendiri yang tengah “mobat-mabit” dipermainkan oleh badai perasaan. Kucari daftar log pertemuanku denganmu, de facto tak kutemukan, namun interaksi meta-ku denganmu tanpa malu sering secara sepihak ku akui sebagai pencapaianku. Kupaksakan seolah engkau tengah mengalir di seluruh penjuru dinamika lahiriahku, mencumbui rusuk-rusuk kediamanku dan meremangkan seluruh bulu-bulu pasrahku. Aku pun tak pernah tahu apakah kita saling bersambut tangan, sama seperti ketidak-tahuanku "di mana engkau kini berada".
Aku tidak sedang menjilat mu, karena sesungguhnya pijakkan kaki-kaki yakinku hanyalah hamparan prasangka baik yang sering labil. Bagiku totalitas penerimaanku akan kerahasiaanmu adalah hakekat kedekatan kita. Pendulum rasaku sering mengaba akan kehadiranmu. Biarlah bukan norma-norma eksklusif itu yang mengantarku kepadamu, karena antaraku dan kerling cahayamu tidak terhalang apapun, kecuali pengakuanku akan mu.
Read More..
09 March 2010
Sidang Pansus Yang Unik
Beberapa bulan di awal tahun 2010 ini di negri tercinta Indonesia raya ini diwarnai dengan peristiwa yang tergolong menggemaskan. Hari-hari dipaksa menelan suguhan para wakilnya bersidang. Sejak dari awal rakyat sudah bisa menebak hasil akhirnya pasti tidak memuaskan. Bertele-tele bikin bete..!
Mungkin itu yang dirasakan rakyat negri ini. Sehingga seperti yang diberitakan oleh Antara News di Bengkulu seorang bernama Yusuf (39), warga Desa Padang Pelawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, melempar televisi miliknya hingga pecah saat melihat ketegangan sidang Paripura Bank Century di DPR-RI, Rabu malam (3/3)
Sama-sama terjadi di tanggal 03 Maret 2010, lain Bengkulu lain pula kejadian di blog sahabat saya mas Afan "Soewoeng". Blognya yang mempunyai semboyan "sesuatu yang isi adalah kosong adanya" ( entah maksudnya apa mohon dikonfirmasi sendiri ke empunya blog ) atau lebih dikenal sebagai blognya Soewoeng Aseli itu tersuspend alias tidak bisa diakses, beliaunya yang sering "mengaku-ngaku" gaptek ini ketika dikonfirmasi dalam Sidang Pari-Plurk-na "Pansus Suspendednya Soewoeng.com", juga "mengaku" tidak tahu menahu demit mana yang sempat-sempatnya ngusilin blog kesayangannya. Tentu saja peristiwa itu menghebohkan jamaah Plurkiyah, sehingga mereka merasa perlu sesegera mungkin diadakan pembentukan Pansus dan menggelar sidang yang diadakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tidak harus bertele-tele dan bikin bete!
Hasil dari sidang pansus itu pun sudah dapat diduga, sama sekali "babar-blas" tidak menyentuh masalah-masalah teknis penyelesaian konflik yang menimpa blog kesayangannya mas Soewoeng.... horotoyooooh... Malah yang terjadi secara tidak aklamasi muncul rekomendasi dan lobi-lobi "getok-tular" bin tidak sengaja nekad membentuk Penggalangan Dukungan di Fesbuk yang berjudul Keprihatinan Atas Pemakzulan SOEWOENG.COM yang diprakarsa oleh KH.Moenawir al Magelang yang lebih senang dipanggil bang Ciwir.
Dan jangan heran kalau sampai sekarang para pendukungnya semakin bertambah sampai antri-antri (halah), dan pada kenyataannya gerakan penggalangan dukungan itu sampai saat ini tetap tidak menyentuh sama sekali ke masalah teknis bagaimana mengentaskan masalah tersuspendnya blog Soewoeng.com..hahaha. Alhasil, seperti yang sudah tersurat dan tersirat di dalam ajaran olah jiwa "Mateng Pincukke", ujung-ujungnya si empunya blog melakukan ritual khusus untuk menghubungi guru "sapirituil"nya guna membebaskan pengaruh buruk yang menyatroni blognya.
Yang lebih memaksa saya untuk heran, beliau (mas Soewoeng) dengan legowo membagikan "Award" kepada saya yang selama persidangan berlangsung cuma bisa tertawa-tawa sampai guling-guling (rofl), kadang sambil mukul-mukul meja (lmao).
Jika anda selama ngeblog pernah mendapatkan award dari teman atau minimal sering lihat teman bagi-bagi award, maka jangan bayangkan awardnya mas Soewoeng ini mungil dihias dengan macam-macam gambar yang menarik dan slogan-slogan. Beliau dengan besar hati membagikan award yang benar-benar unik bin nyeleneh ini. Saya tentunya merasa sangat terhormat dianugerahi award yang "tiada duanya" ini.
Berikut ini adalah award dari beliau :

Ada hal yang masih mengganjal dibenak saya, apakah Suwung Plasu sebagai soulmatenya juga diberi Award ya...??
Read More..
Mungkin itu yang dirasakan rakyat negri ini. Sehingga seperti yang diberitakan oleh Antara News di Bengkulu seorang bernama Yusuf (39), warga Desa Padang Pelawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, melempar televisi miliknya hingga pecah saat melihat ketegangan sidang Paripura Bank Century di DPR-RI, Rabu malam (3/3)
Sama-sama terjadi di tanggal 03 Maret 2010, lain Bengkulu lain pula kejadian di blog sahabat saya mas Afan "Soewoeng". Blognya yang mempunyai semboyan "sesuatu yang isi adalah kosong adanya" ( entah maksudnya apa mohon dikonfirmasi sendiri ke empunya blog ) atau lebih dikenal sebagai blognya Soewoeng Aseli itu tersuspend alias tidak bisa diakses, beliaunya yang sering "mengaku-ngaku" gaptek ini ketika dikonfirmasi dalam Sidang Pari-Plurk-na "Pansus Suspendednya Soewoeng.com", juga "mengaku" tidak tahu menahu demit mana yang sempat-sempatnya ngusilin blog kesayangannya. Tentu saja peristiwa itu menghebohkan jamaah Plurkiyah, sehingga mereka merasa perlu sesegera mungkin diadakan pembentukan Pansus dan menggelar sidang yang diadakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tidak harus bertele-tele dan bikin bete!
Hasil dari sidang pansus itu pun sudah dapat diduga, sama sekali "babar-blas" tidak menyentuh masalah-masalah teknis penyelesaian konflik yang menimpa blog kesayangannya mas Soewoeng.... horotoyooooh... Malah yang terjadi secara tidak aklamasi muncul rekomendasi dan lobi-lobi "getok-tular" bin tidak sengaja nekad membentuk Penggalangan Dukungan di Fesbuk yang berjudul Keprihatinan Atas Pemakzulan SOEWOENG.COM yang diprakarsa oleh KH.Moenawir al Magelang yang lebih senang dipanggil bang Ciwir.
Dan jangan heran kalau sampai sekarang para pendukungnya semakin bertambah sampai antri-antri (halah), dan pada kenyataannya gerakan penggalangan dukungan itu sampai saat ini tetap tidak menyentuh sama sekali ke masalah teknis bagaimana mengentaskan masalah tersuspendnya blog Soewoeng.com..hahaha. Alhasil, seperti yang sudah tersurat dan tersirat di dalam ajaran olah jiwa "Mateng Pincukke", ujung-ujungnya si empunya blog melakukan ritual khusus untuk menghubungi guru "sapirituil"nya guna membebaskan pengaruh buruk yang menyatroni blognya.
Yang lebih memaksa saya untuk heran, beliau (mas Soewoeng) dengan legowo membagikan "Award" kepada saya yang selama persidangan berlangsung cuma bisa tertawa-tawa sampai guling-guling (rofl), kadang sambil mukul-mukul meja (lmao).
Jika anda selama ngeblog pernah mendapatkan award dari teman atau minimal sering lihat teman bagi-bagi award, maka jangan bayangkan awardnya mas Soewoeng ini mungil dihias dengan macam-macam gambar yang menarik dan slogan-slogan. Beliau dengan besar hati membagikan award yang benar-benar unik bin nyeleneh ini. Saya tentunya merasa sangat terhormat dianugerahi award yang "tiada duanya" ini.
Berikut ini adalah award dari beliau :
Soewoeng.com Award
Ada hal yang masih mengganjal dibenak saya, apakah Suwung Plasu sebagai soulmatenya juga diberi Award ya...??
Read More..
Label:
Intermesso,
Pansus,
Soewoeng.com
06 March 2010
Kanibalisme di Batam
Dalam beberapa hari di awal bulan Pebruari 2010 ini koran-koran di Batam diramaikan dengan berita tentang kanibalisme. Masih ingat dengan Sumanto dari Purbalingga, sang Pemakan Mayat? Yang dilakukan Harun, 28, warga ruli (rumah liar) di kawasan perumahan Legenda Malaka ini lebih sadis! Karena jika Sumanto hanya menggali kubur dan memakan mayat, maka si tukang jagal berasal dari Kendal – Jawa Tengah ini lebih kreatif dengan membunuh sendiri! Demi menuntut ilmu hitam, dia tega memukul batok belakang kepala teman serumahnya Fahmi Iswandi Sodikin, 30, yang keseharian bekerja sebagai sopir itu. Korban yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah itu setelah dihantam palu kepala bagian belakangnya, dalam keadaan sekarat kemudian dimasukkan ke dalam peti kayu, dan dibedah dadanya lalu di makan organ dalamnya!
Read More..
Label:
Batam,
Berita Hot,
Kanibal,
Kanibalisme,
Kriminal

