12 May 2010

Stare At The Star

Sumpah mati … ketika menyadari kilauan eksistensimu, seketika aku rata terpuruk dalam keterpesonaan. Pesona yang menelikungku dalam takjub yang takkan pernah terbandingkan oleh apa pun. Rasa-rasanya ribuan madah pujian yang pernah kulantunkan itu belum mampu mewakili sketsa wujudmu seujung kuku pun….

Aah… aku menggigil terlena, dan betapaku ingin tetap terlena di setiap kesempatan yang terselip di tarikan dan hembusan nafas ini.

Senyummu selalu mengembang di tiap-tiap lembar dedaunan, di derunya jalanan mengepul, di hempasan ombak yang berbuih, bahkan di teriakkan orang-orang pinggiran yang kalap, namun diammu itu tak mengijinkan semua orang untuk mengenalimu. Misterius, sehingga mencoba memaknaimu tak lebih seperti melukis di awang-awang. Mendefinisikanmu tak lebih seperti orang-orang buta yang sibuk menggambarkan keindahan sinar matahari. Pesonamu teramat jumawa, ada di gelap malam dan di benderang siang, ada di hitam dan putih, ada di hening dan gegap gempita ….. Begitu agung menggenang, tiada pernah terbingkai oleh nalar pragmatis apa pun. Meraba-raba, merasa-rasa kehalusan hadirmu, membuatku selalu serba salah dan terpelanting ke dalam ruang kosong yang buntu pepat tanpa pijakkan.

Kurasakan seutuhnya, adamu menjadi sangat absolute melibas diketiadaanku. Lalu semuanya terasa menjadi sangat rumit ketika mencoba melukiskan keindahanmu.. Maafkan aku, jika kadang aku pun terjebak dalam persepsi naïf, mohon ijinkan aku untuk “sekedar” mengenal kilatan cahayamu yang selalu berbeda-beda di tiap-tiap terminal perhentian itu. Sungguh diammu itu memang tak mengijinkan semua orang untuk mengenalimu baik-baik. Sejuta macam bingkai bagai perangkap-perangkap kesimpulan yang menganga, yang setiap saat dapat melemparkan kami di kedangkalan makna, dan selalu tersesat pada tempat dan suasana yang sama. Dejavu…..

Sesekali dalam kerinduanku.. Aku mencoba untuk luluh menyatu dalam tiap gemulai alunan sinarmu yang menembus di segala bidang tanpa kecuali itu, namun kesejatian kecilku meronta-ronta mencoba meraih lambaian pesonamu, sedang ragaku tersuruk nista bagai sebongkah keputus-asaan.

48 komentarmu:

Pradna Cahbag us said...

iki padahal asline lagu "Bintang Kecil"

PRof said...

Meraba-raba......(doh) malah nyaru dewe...

suryaden said...

dilanjut... pokoke

Love4Live said...

jalinan kata yg indah...
tapi opo maksude (thinking)

itempoeti said...

mbok jangan mengagumi saya seperti itu...
dhadhi sungkan rasane...
hihihihihihihi....

Fajar said...

well..salam untuk bintang...bos...

Xitalho.com said...

@Pradna Cahbag us :
Ho'oh ..hihihi...

@PRof :
Ora saru kih...! suwer..!

@suryaden :

Siap bos...!

@Love4Live :

Lagi nggremeng dewe rasah di gagas ..hihihi

@itempoeti :

Lah.. wes kadung... piye jal?

@Fajar :

Ntar salamnya say sampaikan.. hahaha

endar said...

mantapss kang perlu pemahaman yang dalam untuk bisa memaknai tulisan ini (worship). bingung arep komen opo

Love4Live said...

tak delok sing pas judule "Star Trek"

sibaho way said...

indah nian bahasanya. cuma jadi berantakan gara2 komen para plurker saru :P

online business said...

keren gan puisinya, dapat dari mana???

richoyul said...

bintang tujuh nih ya heheh

PRof said...

NIce Post

* dari pada mumet ndas'e

Wahyu Be-eM-We said...

Blogwalking pagi ... cari sarapan ... menunya mantab2 ... mohon maaf lama tidak silaturahim
Salam

Mattwahyuh said...

Bintang kecilkah atau bintang besarkah ??? :D

Kika said...

Oh tidaaaaaaaaaakkk....

anurai said...

(blush)
*loh malah tersipu malu*

Bagus Pras said...

numpang keren..... huhuy

gitarindu said...

tak pupus dirundung nelangsa...tetap terkagum walau mengelak....meronta untuk disirnakan........jaka bledek jaka sembung ,biar jelek yang penting gak nyambung...he..he..he..gak nyambung aja sombong...tapi tetap beautifull word....

sawali tuhusetya said...

mas xit memang paling bisa bikin narasi yang indah dan eksotis. tapi ada suasana tragis yang terpantul dari sana, terutama pada paragraf terakhir.

BlogCamp said...

Bintang sekecil itu bisa diurai menjadi postingan yang menarik mas. Salut deh
salam hangat dari BlogCamp

Plesiran said...

raga boleh nistha tapi batin jangan
batin kita harus bersih dari aneka rereged

Salam hangat dari Plesiran-media untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikel yang dimuat akan mendapatkan tali asih sebuah buku yang bermanfaat.
Silahkan kirim artikel anda.

bluethunderheart said...

ada sinar
ada kemilau ada kerinduan yang pastinya tetap bercahaya di dalam ide idemu,mas
p cabar
salam hangat dari blue

cara emas said...

memang kadang bintang itu indah...tapi juga bisa berbahaya...klo nabrak bumi...hi..hi..gak tau dah jadi apa?

kezedot said...

aku datang om
kemana aza nich
salam musimnya aku
salam juga dari blue untuk om

anno said...

harusnya judulnya bintang-bintang di langit.. :P
absen dulu kang....

newbie said...

hmmm....tenggelam ya....

Kang Sugeng said...

weeh katakatane jan maut tenan, wapik nganti keturon aku moco

Renggana said...

sepertinya aku terhanyut dalam buaianmu..

Kika said...

Sebuah kerinduan yang tidak terkira bagiku Kang.

xitalho said...

@Kika : tinggal mengubah "mu" menjadi "Mu" You'll understand what I mean.

camera cell phone said...

wew....
puitis banget....
makasih banyak infonya....

PRofijo said...

Nice post <---- fast reading sekali-kali gak pa2 kan...???

Cah Ndueso said...

sastrawan indonesia baru iki...
baru kenal aku hehehe...

kips said...

Sip, keren.
Pertanda seorang bintang yang bercerita tentang bintang hehe...

genthokelir said...

sambung ngan ......
salam kangen dulu lama nggak silaturahmi mudah mudahan nggak dilupa sebagai sahabat
salam hormat

joe said...

siap siap nyoblos....

rudis said...

semoga perisai yang kokoh akan menjadikan tameng agar tetap khusuk......

cara mengatur keuangan said...

lebih mantab n lucu klo judul nya,..
bintang kamu kog indah

BrenciA said...

daleemm... saking dalemnya aku bingung. hehehe

Abdul Aziz said...

"... namun kesejatian kecilku meronta-ronta mencoba meraih lambaian pesonamu,..."
Semoga dapat berhasil meraih lambaian Sang Pencipta, bukan sekedar pesona ciptaan-Nya.

Sudah lama baru silaturahim lagi. Maaf.
Salam dari Cianjur

xitalho said...

@Pak Abdul Aziz : Pesona Cahaya-Nya pak.... hehehe..

xitalho said...

@BrenciA : aku dewe yo bingung...hihihi..

PRofijo said...

wow...!

Flexi Final Party School Contest said...

hmmm. . biasa-bisa. . .

Dengar Lagu said...

Dalem brooo ... :D :D :D

mampir ya bro ada a7x baru

barajakom said...

mampir aja sob, tambah beken aja

mellbourne said...

article ya mantap kawan.....
keren bgt dah, jd pgn belajar bgt ma loe kawan....

Post a Comment

Yuk jadikan komentar sbg sarana untuk saling menyapa.